Di Musrenbang 2018, Indartato Minta Maaf Akses Jalan di Pacitan Belum Baik

oleh -131.109 views
Indartato saat membuka Musrenbang 2018. (Foto: Humas Pemkab)
Indartato saat membuka Musrenbang 2018. (Foto: Humas Pemkab)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM secara resmi membuka musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Pacitan tahun 2018 pada Kamis (16/03/2017) di di Pendapa Kabupaten Pacitan.

Dalam kesempatan tersebut, Indartato menyebut bahwa agenda Musrenbang sebagai upaya klarifikasi, menyelaraskan, dan mempertajam program yang telah diusulkan oleh masyarakat. Untuk aspirasi yang belum sempat tertampung diwadahi dalam rembug warga.

Dalam kesempatan itu, Indartato juga meminta maaf beberapa aspek pembangunan belum sepenuhnya menyentuh ke masyarakat, seperti akses jalan dan minimnya tempat industri di Pacitan.

“Saya mohon maaf jalan di Pacitan dan juga tempat industri belum baik, itu karena mayoritas APBD kita digunakan untuk belanja tidak langsung, seperti untuk gaji pegawai, dokter, pemda, anggota DPRD, termasuk saya, namun demikian, kedepan kami optimistis pembangunan semakin meningkat, kemiskinan berkurang, pelayanan ke masyarakat semakin baik,”jelasnya, saat membuka rangkaian Musrenbang 2018.

Dalam kesempatan tersebut, Indartato juga menyinggung bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pacitan berada di angka 5,10. Ini lebih tinggi dari angka nasional. Hanya saja jika dibandingkan Jawa Timur, Pacitan masih berada di bawahnya.

Padahal guna mengentaskan masalah kemiskinan, setidaknya pertumbuhan ekonomi harus mencapai angka 6. Angka pertumbuhan ekonomi Pacitan saat ini menempati urutan ke-25 dari 38 kabupaten/kota yang ada.

Sementara dari sisi Produk Domestik Regional Brutto (PDRB) meningkat dari Rp 13 juta per kapita per tahun pada 2011 menjadi Rp 21 juta pada tahun 2015. Sedangkan kontribusi PDRB terhadap APBD hingga sekarang baru mencapai 11 persen.




“PDRB kita yang paling tinggi adalah sekitar 30 persen adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sedangkan yang kedua adalah perdagangan besar dan eceran, dan yang ketiga adalah konstruksi,”tandasnya.

Dia berharap, seiring semakin terbukanya akses informasi, hal itu memudahkan Pemkab dan masyarakat untuk membangun Pacitan menuju Pacitan yang lebih sejahtera. Dia pun menutup sambutan dengan harapan dalam sebuah pantun. “Jalan-jalan ke nawangan, pulang membeli gula jawa, mari pembangunan kita tingkatkan, agar pacitan makin sejahtera,”kata Indartato.

Sementara, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur Budi Setyawan yang juga hadir dalam kesempatan tersebut berpesan agar pemerintah lebih fokus pada pengelolaan sumberdaya alam potensial. Antara lain sektor pariwisata dan pertanian yang diolah. “Terkait penanggulangan kemiskinan, hal tersebut harus tetap menjadi prioritas, tentu saja program yang dijalankan harus selaras dan terpadu,”ungkapnya.

Dia menyarankan agar ada sinkronisasi dan integrasi dalam semua kegiatan, sehingga pada akhir masa jabatan Bupati, akan bisa menurunkan kemiskinan.

Sebagai informasi, hasil Musrenbang kali ini merupakan materi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Perencanaan pembangunan tersebut diprioritaskan pada 8 aspek utama. Yakni pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan. Bidang lain yang menjadi perhatian adalah pertanian, ketahanan pangan, serta ekonomi. Meliputi pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Musrenbang tingkat kabupaten berlangsung sehari melibatkan beragam pemangku kepentingan, baik unsur pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan. Turut hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Yudi Sumbogo, Sekretaris Daerah Suko Wiyono, Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono dan ratusan peserta dari berbagai instansi.