1 Warga Rutan Pacitan Ditemukan Suspect Tubercolusis

oleh -10973 views

Pacitanku.com, PACITAN – Langkah antisipasi penyebaran tuberculosis (TB) getol dilakukan dinas kesehatan (dinkes). Sasaran survilance TB tidak hanya di lingkungan pemukiman saja, tetapi juga di lingkungan rumah tahanan (rutan). Pasalnya, rutan rawan menjadi kawasan endemis berbagai penyakit menular termasuk TB. Apalagi diketahui ada salah satu warga binaan di Rutan Klas II Pacitan yang suspect TB.

‘’Saat dilakukan screening di rutan, ada satu warga binaan yang menderita batuk berdahak lebih dari tiga minggu,’’ ujar Sri Wurjani Kepala UPT Puskesmas Tanjungsari, Senin (27/6) lalu.

Berdasar hasil tes darah di rutan pada Sabtu (25/6) tersebut, akan dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap warga binaan yang suspect TB. Salah satunya dengan mengambil sampel dahak penderita. ‘’Nanti akan kami rujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut ke Puskesmas Tanjungsari. Tapi, sebelumnya kami akan koordinasi dulu dengan pihak rutan,’’ jelasnya.




Wurjani mengungkapkan, jika ditemukan penderita suspect TB perlu segera ditangani. Agar bakteri yang menyertai tidak cepat menyebar ke warga binaan lainnya. Apalagi, proses pengobatan yang mesti dijalani juga membutuhkan waktu cukup lama. ‘’Masih kami telusuri, karena ada keluhan saat proses screening,’’ ungkapnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan, selama kurun waktu Januari-Juni 2016 ditemukan 58 penderita TB. Sedangkan, pada tahun 2015 lalu ada sebanyak 141 penderita serta 168 penderita di tahun 2014. ‘’Penanganan penyakit TB perlu kerjasama semua pihak. Penyakit TB sebenarnya bisa dideteksi serta diobati hingga sembuh asalkan dengan ditangani secara maksimal,’’ ujar Anis Itianah, Kasi Pengendalian Penyakit Dinkes Pacitan.

Dalam beberapa waktu terakhir, kata dia, dinkes sudah gencar melakukan sosialisasi kepada warga. Mulai dari penjelasan tentang bahaya penyakit TB, bagaimana ciri-ciri penderitanya, cara pencegahan hingga penanganannya. Namun demikian, persebaran penyakit yang disebabkan oleh bakteri jenis mycrobacterium tuberculosis itu memang tinggi. Karena satu penderita bisa menular kepada 10 sampai 15 orang per tahun.

‘’Pencegahan penyebaran TB ini bisa dilakukan dengan membangun lingkungan bersih menuju bebas TB. Selain itu, melakukan deteksi pada kelompok rentan seperti penderita diabetes mellitus, HIV/AIDS, ibu hamil, anak gizi kurang dan binaan pemasyarakatan,’’ jelasnya.  (her/yup)

Sumber: Radar Madiun