Pendidikan Harusnya Jadi Zona Bebas Korupsi

oleh -13736 views
Ilustrasi siswa SD di Pacitan tampak antusias mengerjakan soal US. (Foto : Doc. Info Pacitan)
Ilustrasi siswa SD di Pacitan tampak antusias mengerjakan soal US. (Foto : Doc. Info Pacitan)

Pacitanku.com, YOGYAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Rasyid Baswedan turut menanggapi terkait laporan bahwa korupsi di dunia pendidikan yang massif dan luar biasa banyak.

Menurut Anies, dalam pendidikan karakter, karakter integritas menjadi salah satu hal yang penting dimiliki generasi bangsa. Integritas dalam zaman sekarang ini, salah satunya merujuk kepada sikap anti korupsi di bidang pendidikan.

“Harusnya pendidikan-lah yang menjadi zona bebas dari korupsi,” katanya dalam acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan di Pendopo Taman Siswa, Yogyakarta, Kamis (19/5/2016), dilansir laman Kemendikbud.

Lebih lanjut, mantan Rektor Universitas Paramadian ini menyampaikan bahwa jika kita ingin menjadi pemenang di dunia global, untuk bisa maju maka kita harus terdidik. Kemudian salah satu karakter yang harus dimiliki sebagai bangsa terdidik itu adalah integritas.

“Dengan memiliki integritas, kita akan bisa diterima di mana saja, termasuk dalam dunia internasional, seperti halnya pahlawan-pahlawan nasional Indonesia yang integritasnya diakui Belanda, juga negara lain,”tandasnya.


Lebih lanjut, Anies mengutip perkataan Ki Hadjar Dewantara mengenai karakter integritas dan tekad antikorupsi semasa hidupnya.

“Aku hanya orang biasa yang bekerja untuk bangsa Indonesia dengan cara Indonesia. Namun, yang penting untuk kalian yakini, sesaat pun aku tak pernah mengkhianati tanah air dan bangsaku. Lahir maupun batin aku tak pernah mengkorup kekayaan negara,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud juga sempat memberikan pesan kepada insan pendidikan di Perguruan Taman Siswa untuk meneruskan pikiran-pikiran Ki Hadjar Dewantara dalam dunia pendidikan.

Mendikbud menuturkan, Ki Hadjar memiliki sikap terbuka terhadap perubahan zaman dan jauh dari sikap menolak perubahan zaman. Ia juga menjadi contoh tokoh bangsa yang usia pemikirannya melampaui usia raganya.

“Taman Siswa memiliki sejarah gemilang, memiliki masa penumbuhuan anak-anak yang sangat panjang. Taman Siswa wajib jadi yang terdepan dalam menyambut kemajuan zaman dan mengantisipasi perubahan zaman,” kata Mendikbud.

Sebagai informasi, acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan di Yogyakarta menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2016. Anies juga berharap dalam usia 100 tahun Perguruan Taman Siswa, yaitu pada tahun 2022 mendatang, Taman Siswa harus bisa menjadi mercusuar arah pendidikan di Indonesia.

Dalam acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan di Yogyakarta tersebut, Mendikbud juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Esai dan Lomba Karikatur dalam rangkaian Hari Pendidikan Nasional tahun 2016. (RAPP002)