Cerita SBY Tentang Jembatan “San Fransisco de Madura” Suramadu

oleh -131.163 views

Pacitanku.com, SURABAYA – Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono bersama keluarga sedang menggelar agenda SBY Tour de Java. Agenda yang digelar pun berbagai macam, salah satunya berkunjung ke jembatan Suramadu di Surabaya pada Sabtu (19/3/2016) kemarin sore.

Saat mengunjungi jembatan terpanjang di Surabaya itu, pria kelahiran Tremas, Arjosari ini bercerita tentang kisah bagaimana akhirnya negara kita dapat merealisasikan pembangunan Jembatan Suramadu ini. Sebenarnya, sejak tahun 60-an, ini adalah mimpi dan gagasan untuk dibangun sebuah jembatan yg menghubungkan antara Surabaya dengan Madura.

“Jembatan Suramadu memang menyimpan sejumlah kisah. Baru pada tahun 80-an, ada kajian yang serius untuk mengimplementasikan mimpi banyak orang. Dulu dalam pidato saya, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pak Habibie (kala itu menjabat sebagai Menristek) pada era Pak Harto waktu itu, dan kepada Presiden Gus Dur dan Presiden Megawati juga saya ucapkan terima kasih yang saat itu, sudah dimulai ground breakingnya,” cerita SBY melalui laman facebooknya, Minggu (20/3/2016).


“Kemudian, ketika terhentinya pembangunan jembatan ini, yang menurut saya bisa saja terjadi setiap saat, saya anggap tugas saya untuk melanjutkan dan akhirnya alhamdulillah terwujud. Ini juga satu ikon yang patut kita syukuri, mudah-mudahan dengan telah terhubungnya Surabaya dan Madura, daerah ini semakin mekar,” imbuhnya.

Dengan adanya jembatan tersebut, SBY berharap dengan berdirinya “San Fransisco de Madura” (julukan SBY untuk Jembatan Suramadu), seluruh masyarakat tidak menyia-nyiakan momentum ini untuk peningkatan ekonomi & kesejahteraan masyarakat Madura dan sekitarnya. Kreativitas sangat diperlukan, serta tanggung jawab dan kepedulian para pemimpin di daerah ini.

“Saya yakin, tanah yang dirahmati Allah ini, Tanah Madura yang kita cintai ini, di masa depan akan bertambah maju dengan harapan tidak tercabut dari nilai-nilai religi dan akar budayanya. Senang saya rasanya, setelah sekitar 12 hari panjang yang kami lalui dari kota ke kota, siang dan malam, akhirnya weekend ini saya bisa berkunjung kembali ke jembatan Suramadu bersama Ibu Ani dan keluarga,” tutupnya. (RAPP002)