Pacitan Dapat Program Bantuan Terumbu Karang Buatan dari DKP Jatim

oleh -131.561 views

Pacitanku.com, PACITAN – Kabupaten Pacitan mendapatkan program bantuan terumbu karang buatan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dengan bantuan tersebut, DKP Jatim akan melakukan penananam dan transplantasi terumbu karang buatan di delapan kabupaten untuk melestarikan ekosistem laut.

Menurut Analis Konservasi dan Rehabilitasi Sumber Daya Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jatim Titin Lutfianah, Kamis (8/10/2015) kemarin menjelaskan, bahwa selain Pacitan, ada tujuh daerah lainnya yang mendapat program bantuan terumbu karang buatan adalah Kabupaten Jember, Trenggalek, Lumajang, Blitar, Banyuwangi, Tulugagung dan Gresik. “Setiap tahun kami membuat program pembuatan terumbu karang buatan untuk ditanam di sejumlah perairan dan tahun ini ada delapan kabupaten/kota yang mendapat bantuan itu,” katanya.

Diketahui, kegiatan transplantasi dan penananam terumbu karang di perairan Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma) di Jember melibatkan sebanyak 10 anggota kelompok nelayan bersama lima penyelam DKP Jawa Timur dan petugas Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan (Disperikel) Jember. “Kondisi terumbu karang di Jatim cukup mengkhawatirkan, sehingga diharapkan dengan kegiatan transplantasi dan penanaman terumbu karang di delapan daerah itu bisa merehabilitasi ekosistem bawah laut,” paparnya.

Menurutnya, keberadaaan terumbu karang buatan itu diharapkan dapat memulihkan pertumbuhan terumbu karang dan menjadi tempat berkembang biaknya ikan, sehingga hasil tangkapan nelayan bisa meningkat. “Selain itu, banyaknya terumbu karang dapat dijadikan salah satu destinasi wisata bawah laut di pesisir pantai yang dapat menarik minat wisatawan,” katanya.

Menurut Titin, sebagian besar kerusakan terumbu karang di Jatim disebabkan oleh faktor manusia yakni nelayan yang melakukan penangkapan dengan bahan peledak dan alat tangkap yang cukup besar. “Sedangkan faktor alam yang dominan merusak terumbu karang adalah ‘global warming’ yang menyebabkan suhu air laut panas hingga menyebabkan terumbu karang cepat memutih dan rusak,” pungkasnya. (RAPP002/Antara)