Tahun ini, Pemkab Pacitan Targetkan Pemasukan Rp 5 M dari Sektor Pariwisata

oleh
Segar. Bupati Indartato saat merasakan sensasi serulings amudera Pantai Klayar. (Foto ; Doc. Info Pacitan/FB)
Segar. Bupati Indartato saat merasakan sensasi serulings amudera Pantai Klayar. (Foto ; Doc. Info Pacitan/FB)
Segar. Bupati Indartato saat merasakan sensasi serulings amudera Pantai Klayar. (Foto ; Doc. Info Pacitan/FB)
Segar. Bupati Indartato saat merasakan sensasi serulings amudera Pantai Klayar. (Foto ; Doc. Info Pacitan/FB)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) menargetkan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata pada tahun 2015 mendapai Rp 5 milyar.

Menurut Kepala Disbudparpora, Wasi Prayitno, untuk target terbesar adalah dari objek wisata Goa Gong yang ditargetkan mendapatan pemasukan Rp 1,7 miliar. Selain itu, Disbudparpora juga menargetkan pemasukan dari Pantai Klayar sebesar Rp 1,6 milyar. Sementara sisa Rp 2,7 milyar lainnya dari obyek wisata lainnya.

Dikatakan Wasi, pada tahun lalu Pantai Klayar yang dikenal dengan keunikan seruling samuderanya hanya menghasilkan Rp450 juta dengan tiket masuk Rp3.000. Tahun ini tiket masuk dinaikkan, yakni untuk hari biasa Rp7.000 dan hari libur Rp10.000 per orang. “Hari-hari biasa Pantai Klayar dikunjungi 300 hingga 1000 orang per hari, sedangkan hari libur bisa mencapai 33 ribu orang, karena itu dalam satu hari pemasukan dari pantai itu bisa mencapai Rp30 juta,” ungkapnya, Sabtu (20/6/2015) dilansir dari Gulalives.com.

Lebih lanjut, Pacitan yang memiliki garis pantai sepanjang 71 kilometer memiliki 36 obyek wisata pantai yang tersebar di tujuh dari 12 kecamatan yang. Dari 36 itu, katanya, yang dikelola baru 11 lokasi, masing-masing oleh pemerintah daerah, swasta dan desa, dusun atau kelompok masyarakat.    

“Lokasi yang dikelola oleh pemerintah daerah ada lima, yakni Klayar, Srau, Watukarung, Pancer Door dan Taman. Satu dikelola oleh swasta, yakni Pantai Teleng Ria, sementara lima yang dikelola oleh desa, dusun atau kelompok masyarakat adalah, Banyutibo, Buyutan, Ngiroboyo, Pidaan, dan Soge,” jelasnya.

Wasi juga mengakui bahwa baru sedikit pantai yang potensinya dikelola sebagai tujuan wisata karena terkendala oleh sarana dan prasarana yang belum memadai. Tahun ini sudah banyak fasilitas yang dibangun oleh pemerintah untuk mendukung objek wisata itu.

Rencananya, perbaikan sarana prasarana menuju obyek wisata pantai pun terus digalakkan Pemkab, termasuk akses menuju Pantai Klayar yang beberapa bagian diperlebar dari hanya tiga meter menjadi enam meter, dan pada tahun ini Pemkab menganggarkan Rp3,5 miliar untuk pelabaran jalan ke pantai Klayar. (Masuki M. Astro/Antara/Gulalives/DP/RAPP002)