Catur Adi Sagita Sumbang Poin Medali Terbanyak untuk Pacitan di Porprov Jatim V

oleh
Atlet Catur Pacitan, Catur Adi Sagita berjaya di Porporv Jatim. (Foto : @PorprovjatimV)
Atlet Catur Pacitan, Catur Adi Sagita berjaya di Porporv Jatim. (Foto : @PorprovjatimV)
Atlet Catur Pacitan, Catur Adi Sagita berjaya di Porporv Jatim. (Foto : @PorprovjatimV)
Atlet Catur Pacitan, Catur Adi Sagita berjaya di Porporv Jatim. (Foto : @PorprovjatimV)

Pacitanku.com, PACITAN – Pecatur andalan Kabupaten Pacitan, Catur Adi Sagita (14) sukses menyumbangkan poin medali terbanyak untuk kontingen Pacitan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banyuwangi, yang digelar sejak 6-13 juni hari ini.

Pecatur yang juga menyandang predikat Norma Master Nasional (NMN) tersebut sukses meraih medali emas berkat raihan juara pertama catur di kategori cepat perorangan dengan mengalahkan Erly Chandra (Pamekasan), M Khoirul Umam (Lamongan) dan Arya Wisang (Kota Batu).

Sementara di nomor kilat perorangan putra, Catur mendapatkan medali perunggu setelah hanya mendapatkan posisi ketiga. Di kategori ini, Catur dikalahkan M Agus Kurniawan (probolinggo) dan M Koirul Umam (Lamongan). Dua medali emas lainnya diperoleh Pacitan dari nomor kilat beregu putri dan cepat beregu putri.

Prestatif sejak kecil

Sejak usia kecil, Catur Adi Sagita yang merupakan putra dari pasangan TKI dan buruh di Porwoasri, Kebonagung ini memang dekat dengan permainan catur. Pada usia 9 tahun, Catur Adi Sagita, 9 tahun, dipastikan berhak menyandang gelar Norma Master Nasional (NMN).

Gelar NMN ini didapatnya berkat prestasi catur yang cukup gemilang di ajang Kejuaraan Catur Kelompok Umur Tingkat ASEAN+ ke-12 atau 12th ASEAN+ Age Group Chess Championships di Kota Tarakan, Kalimantan Timur, empat tahun lalu. Catur meraih perunggu kelas perseorangan untuk catur klasik setelah bermain remis dengan pecatur asal India yang pernah menjadi juara dunia tahun 2010 lalu. Sementara untuk catur cepat, Catur juga meraih perunggu setelah dikalahkan wakil dari Indonesia lainnya.

Berkat prestasi itu, Catur berhak atas predikat NMN dan gagal meraih predikat FIDE Master. FIDE Master merupakan gelar master yang diberikan World Chess Federation (Federasi Catur Internatioal) atau The Fédération Internationale des Échecs (FIDE). Sebelumnya, Catur telah menyandang predikat Master Percasi.

Sebelumnya, Catur merebut medali emas dalam Kejurnas Catur di Manado, 8-16 Oktober 2010, untuk kategori pecatur yunior kategori G putra (usia di bawah sembilan tahun) dan berhak mewakili Indonesia di tingkat dunia. Perjalanan hidup pecatur cilik ini unik dan mengharukan. Catur pun saat ini berada di peringkat dunia 770 untuk kategori 770, sementara peringkat asia di posisi 142 dan peringkat 9 nasional (U14). (RAPP002)