Mengapa Batu Akik Fire Opal dan Kalsedon Pacitan Diminati Pasar Luar Negeri?

oleh -101.707 views
akik Kalsedon Pacitan
akik Kalsedon Pacitan
SBY dan Ani Yudhoyono sedang memilah batu akik di Wareng, Punung. (Foto : @Ani Yudhoyono)
SBY dan Ani Yudhoyono sedang memilah batu akik di Wareng, Punung. (Foto : @Ani Yudhoyono)

Pacitanku.com, PACITAN – Batu akik jenis Fire Opal dan Kalsedon (Chalcedony) asal Donorojo, Pacitan disebut sebagai dua batu mulia yang banyak diincar pasar internasional. Fire opal dan Kalsedon ini banyak ditemukan di kawasan karst Donorojo, atau di sungai Maron di Pringkuku.

Lalu mengapa batu akik Fire Opal dan Kalsedon Pacitan banyak diminati penggila batu akik dan pasar Luar Negeri?

Berdasarkan bentuk dan kegunaanya, batu Fire Opal dan Kalsedon memiliki kualitas pemotongan terbaik di Indonesia. Dan  jika dibandingkan dengan batu Safir asal Afrika, hanya Fire Opal yang bisa menandingi kualitas pemotongannya untuk batu mulia yang ada di Indonesia.

Saat dibandingkan dengan batu Bacan sekalipun, Fire Opal masih lebih bagus dari segi pemotongan. Namun demikian, untuk harga masih mahal batu Bacan.

Sebelum Fire Opal dan Kalsedon ditemukan di Kecamatan Donorojo, Pacitan, Fire Opal identik dengan batu asal Meksiko di Benua Amerika dan Tanzania di Afrika. Beberapa waktu lalu, bahkan dua negara tersebut sempat melakukan klaim satu-satunya negara di dunia penghasil batu Fire Opal.

Namun ternyata, belakangan batu Fire Opal ternyata juga ditemukan di Indonesia, tepatnya di daerah karst di Kecamatan Donorojo dan Pringkuku. Bahkan, banyak yang menilai kualitas Fire Opal Pacitan jauh lebih bagus kualitasnya daripada Fire Opal asal negeri suku Aztec itu.

Saat ini, banyak kolektor batu mulia, terutama dari luar negeri, begitu mengidolakan Fire Opal dan Kalsedon Pacitan, baik dalam bentuk akik sudah jadi maupun bongkahan batu.

Fire Opal adalah batu yang sering dijadikan primadona ekspor. Pasaran utamanya saat ini adalah ke Thailand, Singapura dan Taiwan. Pemesanan ekspor pun beragam, baik yang suda dipoles maupun yang masih bongkahan batu. (RAPP002)