Ini Titik Rawan Longsor di Ponorogo

oleh -10748 views
Kendaraan melintas di tempat longsor Pucangombo, Tegalombo. (Foto : Aliqfiya/Pacitanku.com)
Kendaraan melintas di tempat longsor Plengkung, Tegalombo. (Foto : Aliqfiya/Pacitanku.com)
Longsor di Kecamatan Tegalombo. (Foto : Aliqfiya/Pacitanku.com)
Longsor di  jalur Pacitan-Ponrogo, Kecamatan Tegalombo. (Foto : Aliqfiya/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PONOROGO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan data terbaru bahwa terdapat 40,9 juta jiwa (17,2% dari penduduk nasional) yang terpapar langsung oleh bahaya longsor sedang-tinggi. Dari total jumlah tersebut terdapat 4,28 juta jiwa balita; 323 ribu jiwa disabilitas, dan 3,2 juta jiwa lansia.

Daerah yang rawan longsor tersebut diantaranya tiga Provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Daerah yang paling banyak kejadian longsor adalah Wonogiri, Bogor, Wonosobo, Bandung, Garut, Banyumas, Semarang, Sukabumi, Cilacap, Cianjur, Temanggung, Ponorogo, Kebumen dan Purbalingga.

Salah satu yang beberapa waktu ini masih terjadi longsor adalah Kabupaten Ponorogo. Setidaknya dua kecamatan di kota reog tersebut adalah kecamatan dengan titik kerawanan longsor yang tinggi. Dua kecamatan tersebut mengalami dan berpotensi mengalami tanah longsor, yakni Kecamatan Sawoo dan Kecamatan Sampung.

Di Kecamatan Sawoo, longsor bahkan sudah terjadi, tepatnya di Tumpuk Jum’at (27/03/2015). Diketahui, hujan deras beberapa jam mulai siang hingga tengah malam Mengakibatkan bukit setinggi 3 meter ambrol dan menerjang jalan dan perumahan penduduk setempat, serta 18 rumah warga tertimbun longsoran. Diantaranya Dusun Ngengor menimbun 1 rumah, Dusun Duwet 1 rumah, Dusun Gondang 1 rumah, dusun Sumber 5 rumah, serta Dusun Salam ada 10 rumah warga yang rusak diterjang longsor.

Kepala Desa setempat, Mur menjelaskan ke 18 rumah warganya yang rusak diterjang longsor itu ada berbagai tingkat kerusakan yakni mulai ringan, sedang dan berat. Longsoran yang juga menutup jalan antar desa dan antar kecamatan, mengakibatkan arus lalu lintas tertutup total. Material longsor yang cukup padat dan tinggi, menyusahkan proses pembersihan.

Wilayah yang berpotensi terjadi bencana longsor di Ponorogo lainnya adalah di Kecamatan Sampung. Setidaknya, tujuh rumah warga di lereng bukit Lakarsantri, Kangkungan, Desa Pohijo menghadapi bahaya tanah retak berpotensi longsor. Akibat kejadian tersebut, sekitar 20 warga penghuninya pun diungsikan pada Senin siang.

Warga setempat khawatir karena tanah yang mereka gunakan untuk mendirikan rumah mengalami retak yang kemungkinan akan terjadi tanah longsor.

Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi, Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, semua terpapar dari longsor pada saat musim penghujan. Sebagian besar mereka tidak memiliki kemampuan menghindar dan memproteksi dirinya dari bahaya longsor.

“Mitigasi bencana, baik struktural maupun non struktural masih sangat minim sehingga setiap musim penghujan longsor mengancam jiwa dan harta milik masyarakat,” katanya dalam siaran pers, Senin (30/3/2015). (RAPP002)