Dana Desa Diharapkan Bentuk Desa Potensial dan Mandiri

oleh -Dibaca 965 kali
marwan jafar saat berkunjung ke Lamongan. (Foto : Kemendesa)
marwan jafar saat berkunjung ke Lamongan. (Foto : Kemendesa)
marwan jafar saat berkunjung ke Lamongan. (Foto : Kemendesa)
marwan jafar saat berkunjung ke Lamongan. (Foto : Kemendesa)

Pacitanku.com, LAMONGAN – Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi akan segera mencairkan dana desa sekitar Rp 750 juta pada bulan depan. Menteri Marwan Jafar pun segera mengecek persiapan desa penerima di Indonesia, salah satunya di Lamongan, Ahad (22/3/2015) kemarin.

Dengan adanya dana tersebut, Marwan berharap mampu membentuk desa yang potensial. Sehingga menjadi gerakan nasional desa mandiri. Dia pun menegaskan agar masyarakat perdesaan memanfaatkan dana desa yang akan diluncurkan April mendatang untuk kemandirian dan pemberdayaan masyarakat.

“Mari kita membuat desa mandiri. Desa yang  yang harus melibatkan  semua komponen masyarakat. Untuk mandiri, desa harus sudah siap dari segi energi, pendidikan, dan lainnya,” ujar Marwan saat berbicara didepan 423 desa se-Lamongan, Ahad (22/3/2015) kemarin.

Sebagaimana diketahui, pemerintah akan meluncurkan perdana penyaluran dana desa pada April 2015 mendatang. “Tahun ini, kita luncurkan anggarkan secara bertahap. Tapi tahun mendatang saya akan prioritas agar anggarannya terus meningkat,” kata pria yang juga politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Selain itu, Marwan juga menyampaikan bahwa salah satunya program untuk mewujudkan desa mandiri dari dana desa adalah untuk mengupayakan terbentuknya 5000 desa Mandiri. “Untuk merintisnya, perlu dari sekarang dibentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Saya yakin, kalau potensi  desa dimaksimalkan, akan meningkatkan  ekonomi desa dan masyarakat,” katanya.

Namun demikian, dirinya mengingatkan bahwa penerimaan dana desa setiap desa se-Indonesia, tidak sama angkanya, dengan angka minimal Rp 700 juta. Angka tersebut, imbuhnya, adalah gabungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Jadi jangan salah ditafsirkan, seolah-olah semuanya dikeluarkan oleh pemerintah pusat.  Bahkan ada daerah yang penerimaan  dana desa mencapai Rp1 miliar, seperti di Papua. Tergantung dari kondisi daerahnya,” pungkas pria asal Pati, Jawa Tengah ini. (RAPP002)