Tabung Elpiji 3Kg di Pacitan Langka, Diskopindag : Kami Akan Kroscek

oleh -Dibaca 1.822 kali
Elpiji 3 Kg. (Foto : Energi Today)
Elpiji 3 Kg. (Foto : Energi Today)
Elpiji 3 Kg. (Foto : Energi Today)
Elpiji 3 Kg. (Foto : Energi Today)

Pacitanku.com, PACITAN – Akhir – akhir ini pasokan tabung elpiji 3 kg di Pacitan mengalami kelangkaan. Kelangkaan barang vital rumah tangga ini sontak membuat warga mengeluh mengingat fungsinya yang sudah menjadi kebutuhan primer.

Kelangkaan harga elpiji tersebut membuat harga elpiji turut naik, bahkan pada beberapa tempat harganya menyentuh Rp16 ribu per tabung, sebagai akibat tingginya permintaan yang tidak diimbangi ketersediaan barang. Kenaikan harga tersebut jauh di atas harga dari agen yang hanya dibanderol Rp12.700 per tabung dan di tingkat pengecer atau sub-agen diberi margin toleransi keuntungan sebesar Rp1.300 atau menjadi Rp14.000 per tabung.

Seperti dilansir dari laman resmi Pemkab, Utami, salah satu warga di Pacitan, senin (6/5/2014) kemarin bahkan sempat kebingungan. Warga Barehan Kelurahan Sidoharjo itu sempat kebingungan karena persediaan gas di rumahnya habis. Maklum, Utami harus memasak untuk 8 orang pekerjanya. Sehingga, kebutuhan bahan bakar untuk memasak sangat mendesak. Terpaksa, ibu satu anak ini mencari gas hingga luar kecamatan. Itupun, masih harus beradu cepat dengan pembeli lain.

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan itu, Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Dikopindag) Pacitan akan melakukan kroscek lapangan. Meski, sejauh ini belum ada aduan dari masyarakat, namun dampak dari kelengkaan itu sudah dirasakan masyarakat.

Kepala Diskopindag, Lan Naria Hutagalung mengatakan selain mencari tahu penyebab dilapangan pihaknya juga akan menanyakannya permasalahan ini ke pihak Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) di Madiun.

Menurutnya, kelangkaan bukan terjadi lantaran faktor infrastruktur pada proses ditribusi. Sebab, jalan raya Pacitan-Madiun sudah lancar setelah sebelumnya ada proyek pengerukan untuk pelebaran. “Kelangkaan mungkin karena di masyarakat muncul informasi akan ada kenaikan. Padahal dari pemerintah belum ada rencana itu (kenaikan harga,Red) ?,” katanya.

Redaktur : Robby Agustav