Remaja Masjid Tulakan Pacitan Gelar Donor Darah hingga Tradisi Kataman Maulid Nabi

oleh -134 Dilihat
Suasana kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Remaja Masjid Al Muhajidin di Kecamatan Tulakan, Pacitan.
Remaja Masjid Besar Al Muhajidin, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, kembali bangkit dari vakum dengan menggelar rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (28/8/2026). (Foto: Febriani Cahyaningtias/Pacitanku)

Pacitanku.com TULAKAN — Remaja Masjid Besar Al Muhajidin di Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, kembali bangkit dengan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW secara meriah pada Jumat hingga Sabtu (28-29/8/2026).

Rangkaian acara keagamaan dan sosial ini diisi dengan aksi donor darah, perlombaan antar-Madrasah Diniyah (Madin), pelestarian tradisi shalawat Jawa, hingga pengajian umum.

Ketua Panitia, Rony Panengah, menegaskan bahwa momentum ini menjadi langkah awal konsolidasi pemuda masjid di wilayahnya.

“Selama ini boleh dibilang teman-teman remaja masjid ini vakum. Ini baru tahun pertama kita melakukan konsolidasi dan salah satunya melalui kegiatan Maulid Nabi ini,”kata Rony, Jumat (28/8/2026).

Baca juga: Masjid Besar Al Mujahidin Tulakan Gelar Maulid Nabi Dua Hari Berturut-turut, Hadirkan Lomba Madin hingga Pengajian Umum

Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pacitan, aksi donor darah di hari pertama berhasil mengumpulkan sekitar 30 kantong darah dari para peserta yang lolos skrining kesehatan.

Suasana kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Remaja Masjid Al Muhajidin di Kecamatan Tulakan, Pacitan.
Remaja Masjid Besar Al Muhajidin, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, kembali bangkit dari vakum dengan menggelar rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (28/8/2026). (Foto: Febriani Cahyaningtias/Pacitanku)

Antusiasme serupa terlihat pada perlombaan anak yang mencakup mewarnai, cerdas cermat, menyanyi lagu Islami, serta adzan dan iqamah. Tercatat sebanyak 27 Madin dari 10 desa se-Kecamatan Tulakan turut berpartisipasi.

Daya tarik utama yang kental dengan kearifan lokal adalah pelestarian tradisi shalawat Jawa yang dilaksanakan pada Jumat malam. Tradisi komunal ini mengundang keterlibatan masyarakat luas untuk bershalawat bersama.

“Shalawat Jawa ini memang tradisi shalawatan Jawa. Orang sini menyebutnya kataman Nabi. Biasanya dilaksanakan setelah Isya sampai menjelang subuh,” jelas Rony.

Puncak peringatan Maulid Nabi dilanjutkan pada Sabtu (29/8/2026) dengan lomba menyanyi religi dan ditutup oleh pengajian umum.

Melalui konsolidasi ini, ukhuwah antarremaja masjid yang saat ini beranggotakan perwakilan dari Desa Bungur, Tulakan, Ngumbul, dan Losari diharapkan dapat terus menguat.

No More Posts Available.

No more pages to load.