Pacitanku.com, PACITAN — Sebuah video yang memperlihatkan ibu dan anak balitanya terjatuh akibat jalan rusak parah di jalur utama Tegalombo-Tulakan.
Titik lokasi tepatnya berada kawasan Sengkan Selang, Desa Tegalombo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan dan diunggah pada 23 Agustus 2026.
Video tersebut viral di media sosial hingga memicu protes warga. Peristiwa nahas tersebut terekam dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @tegalombo.media.
Dalam tayangan itu, tampak seorang perempuan berhelm hitam terduduk lemas di tepi jalan tanah sambil memeluk erat balitanya yang berjaket merah muda.
Tidak jauh dari mereka, seorang pria bersiap di atas motor sport usai mengalami kecelakaan tunggal.
Kondisi jalan di lokasi kejadian—tepatnya di perbatasan Desa Tegalombo dan Desa Kasihan—tampak memprihatinkan dengan aspal yang mengelupas, bergelombang, serta dipenuhi material batu dan tanah.
Buruknya infrastruktur di jalur dengan kontur tanjakan dan turunan ekstrem tersebut memicu protes warga di lokasi. Seorang pria paruh baya memprotes keras minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap akses jalan yang telah memakan banyak korban.
Ia bahkan mengungkap bahwa sebelumnya, seorang ibu hamil juga terjatuh di lokasi yang berdekatan hingga mengalami patah tulang kaki.
“Ya gimana Pak Bupati, jalannya seperti ini. Banyak ini, berjatuhan di sini. Seperti ini jalannya. Ini… ini anak kecil. Kemarin ibu hamil jatuh di atas itu. Sampai kakinya patah. Ini Pak Bupati,”kata pria dalam video tersebut.
Sementara, dalam keterangan unggahannya, akun Instagram @tegalombo.media secara langsung menandai akun resmi Bupati Pacitan untuk meminta pertolongan.
“Tolong, jalan kami sudah memakan banyak korban, Bapak. Lokasinya di Jalan Tegalombo-Tulakan, Lingkungan Selang, perbatasan Desa Tegalombo dan Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo, 23 Agustus 2026,” tulis akun tersebut.
Keluhan masyarakat ini mendapat tanggapan cepat dari Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji. Melalui kolom komentar, ia memastikan pemerintah daerah akan turun tangan.
“Siap, segera (ditangani),” tegas Bupati Indrata dalam komentarnya menggunakan akun Instagramnya.
Sebagai informasi, kawasan Sengkan Selang memang dikenal sebagai titik buta (blind spot) yang rawan kecelakaan. Hilangnya daya cengkeram ban akibat aspal yang hancur sering membuat pengendara motor kehilangan keseimbangan.
Kerusakan parah terpantau sejak dua kilometer pertama dari arah Dusun Krajan, Desa Tegalombo menuju Sambi, Dusun Klitik, Desa Kasihan.

Meski relawan pengemudi setempat atau ‘bolo roda’ kerap menambal secara swadaya, perbaikan tersebut cenderung tidak awet karena menggunakan sarana swadaya dan ala kadarnya.
Kerusakan serupa juga tersebar di berbagai titik sepanjang jalur Tegalombo-Tulakan sekitar 13 kilometer. Kondisi ini semakin menyulitkan mobilitas pengendara mengingat kontur jalan yang sempit, menanjak, dan dipenuhi tikungan tajam.
Padahal, jalur Tegalombo-Tulakan ini merupakan urat nadi ekonomi yang sangat vital bagi warga.
Akses penghubung dua kecamatan ini melintasi Desa Tegalombo dan Desa Kasihan di Kecamatan Tegalombo, serta Desa Bubakan, Desa Losari, dan Desa Bungur di Kecamatan Tulakan.
Lebih dari sekadar jalur mobilitas, jalan ini menghubungkan langsung sentra-sentra perniagaan utama masyarakat, seperti Pasar Desa Tegalombo (Pasar Wage), Pasar Bunder (Pasar Legi) di Desa Kasihan, hingga Pasar Kliwon di Kecamatan Tulakan.












