BBPMP Jatim Dampingi Sekolah di Pacitan Terapkan Satuan Pendidikan Aman Bencana Tahun 2026

oleh -111 Dilihat
Foto bersama peserta dengan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Fasilitator Nasional ssebelum kegiatan. (Foto: Dok. Panitia)

Pacitanku.com, PACITAN-Upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah terus dilakukan.

Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Timur, BPBD Pacitan, dan Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (Sekber SPAB) menggelar Pendampingan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Tahun 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni secara daring pada 17 Juni 2026 dan dilanjutkan pendampingan luring pada 30 Juni 2026 di SMA Negeri 1 Pacitan.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Riri Enggar Murwati.

Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian pendampingan luring SPAB 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk membangun satuan pendidikan yang lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana melalui penguatan kapasitas guru dan sekolah.

Dalam pendampingan tersebut, peserta mendapatkan materi sekaligus bimbingan penyusunan dokumen SPAB yang dapat diterapkan di masing-masing satuan pendidikan.

Pendampingan dipandu oleh Fasilitator Nasional, Endang Mulyani Putro dan Bambang Setyo Utomo, yang mengajak para peserta menyusun langkah-langkah mitigasi yang sesuai dengan kondisi sekolah.

Tidak hanya memahami konsep, para guru juga didorong menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) evakuasi, memetakan jalur penyelamatan, hingga menyusun rencana aksi yang realistis agar budaya siaga bencana menjadi bagian dari aktivitas belajar mengajar sehari-hari.

Melalui pendampingan ini, para pendidik diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman sekaligus membangun kebiasaan tanggap bencana sejak usia dini.

Fasilitator Nasional, Bambang Setyo Utomo, menegaskan bahwa dokumen SPAB tidak boleh berhenti sebagai kelengkapan administrasi semata.

“Harapan kami, setiap sekolah tidak hanya memiliki dokumen SPAB, tetapi juga memiliki budaya siaga yang hidup. Ketika bencana datang, seluruh warga sekolah sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk melindungi diri dan sesama.”

Dengan sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, dan para pendidik, program Pendampingan SPAB 2026 diharapkan mampu memperkuat ketangguhan satuan pendidikan di Kabupaten Pacitan dalam menghadapi berbagai risiko bencana.