Pacitanku.com, PRINGKUKU — Tim Pacitan Speleology Society (PSS) bersama peneliti lintas daerah berhasil menemukan aliran sungai bawah tanah berdebit besar di dasar Luweng Ombo Dok Jambe, sebuah gua vertikal di Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan.
Penemuan melalui dua tahap ekspedisi pada Maret dan Mei 2026 ini mengungkap kedalaman gua yang mencapai lebih dari 100 meter dan berpotensi menjadi sumber daya air strategis bagi masyarakat setempat.
Eksplorasi ini berawal dari laporan warga mengenai keberadaan lubang vertikal dalam di kawasan hutan pedalaman Alas Dok Jambe.
Informasi ini memicu rasa penasaran komunitas penelusur gua, mengingat keberadaan luweng tersebut belum pernah tercatat dalam literatur speleologi mana pun, termasuk dalam laporan ekspedisi besar tim Australia di Pacitan pada kurun waktu 1984–1986.
Pada ekspedisi perdana di bulan Maret, tim menuruni lorong vertikal sejauh 90 meter dan langsung disambut oleh sungai bawah tanah berarus kuat.
Karena aliran air menghilang ke dalam lorong vertikal lain, penelusuran tahap dua kembali digelar pada Mei 2026 dengan menggandeng tim dari Solo.
“Karena belum ada data yang jelas, akhirnya tim PSS bersama tim dari UGM melakukan penelusuran pertama pada Maret 2026,”kata perwakilan PSS, Aziz Pratoko, Senin (1/6/2026).
Pada penelusuran lanjutan, tim berhasil menuruni air terjun bawah tanah setinggi sekitar delapan meter.
Di bagian hulu (upstream), lorong gua diketahui memanjang hingga lebih dari 400 meter dan bercabang menjadi dua jalur aliran air yang relatif jernih. Kendati demikian, masih ditemukan ceruk vertikal sedalam lebih dari 25 meter yang hingga kini belum berhasil ditaklukkan.
“Data yang ada saat ini masih bersifat sementara. Gua ini perlu dieksplorasi kembali dan dilakukan pemetaan serta pengukuran yang lebih detail agar diperoleh data yang akurat,”jelas Aziz.
Temuan ini membawa angin segar bagi penanganan krisis air di kawasan karst.
Berada tepat di perbatasan Desa Poko dan Desa Dadapan, keberadaan sungai bawah tanah Luweng Ombo Dok Jambe menyimpan harapan besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di dua wilayah tersebut pada masa mendatang.













