Pacitanku.com, PACITAN – Wakil Bupati Pacitan, Gagarin, secara resmi memberangkatkan ratusan peserta Kirab Panji Negoro dalam rangka Haul ke-169 Simbah KH. Abdul Manan Dipomenggolo di halaman Pendopo Kabupaten, Jumat (10/4/2026) siang.
Dalam momen sakral tersebut, Gagarin menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan santri untuk mewujudkan visi pembangunan daerah yang sejahtera.
Prosesi pemberangkatan yang dimulai pukul 14.00 WIB ini diawali dengan Apel Kirab dan penyerahan simbolis Panji Negoro.
Gagarin yang hadir mewakili pemerintah daerah mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dan keluarga besar Perguruan Islam Pondok Tremas dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah.
“Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, rombongan kami berangkatkan,”kata Gagarin saat memberangkatkan rombongan.
Lebih lanjut, Gagarin juga mengapresiasi keluarga besar Perguruan Islam Pondok Tremas, dan umumnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pacitan, atas sinergi dan kolaborasinya terus mendukung program-program pembangunan yang ada di Kabupaten Pacitan.

“Mari kita perkuat sinergi ini, kita wujudkan Pacitan yang semakin sejahtera, bahagia,”tandas Gagarin.
Bagi Gagarin, Haul KH. Abdul Manan Dipomenggolo bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat sejarah atas perjuangan ulama besar pendiri Pondok Tremas yang telah mencetak banyak tokoh bangsa.
Gagarin menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan tersebut harus menjadi spirit dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Pacitan.
Setelah dilepas secara resmi, rombongan kirab yang terdiri dari santri, tokoh agama, hingga jajaran Forkopimda bergerak menyusuri rute mulai dari Pendopo menuju Sarean Gede, Desa Semanten.
Perjalanan ini melewati sejumlah titik utama seperti Dinas Perpustakaan, perempatan Penceng, dan Bunderan Tanjung sebagai bentuk penghormatan publik kepada leluhur.
Agenda Haul Pacitan ke-169 ini akan terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Setelah kirab, dijadwalkan kegiatan manaqib dan tahlil pada Sabtu (11/4) di Masjid Baitul Millah, serta ditutup dengan semaan Al-Qur’an di Sarean Gede Desa Semanten pada 13-14 April 2026.











