Diguyur Gerimis, Semangat Warga Pacitan Lestarikan Tradisi Rontek Gugah Sahur Tak Padam

oleh -373 Dilihat
Peserta Rontek Gugah Sahur Pacitan beraksi di bawah gerimis malam hari.
Tahan Terjang Gerimis: Sejumlah pemuda saat menampilkan kreasi musik bambu dalam tradisi Rontek Gugah Sahur di Kabupaten Pacitan, Sabtu (28/2/2026) malam. (Foto: Lusiana Rizki Andari/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Puluhan kelompok warga dari berbagai desa di Kabupaten Pacitan tetap antusias melestarikan tradisi Rontek Gugah Sahur meski di bawah guyuran gerimis pada Sabtu (28/2/2026) malam hingga menjelang waktu sahur.

Kegiatan yang menjadi ajang kreativitas musik khas Ramadhan ini tetap berlangsung meriah dengan penampilan aransemen musik dan yel-yel unik dari setiap kontingen desa.

Baca juga: Dikawal Aparat Gabungan, Tradisi Rontek Gugah Sahur Pacitan Berjalan Kondusif

Meski pakaian para peserta basah kuyup oleh hujan, kekompakan mereka dalam menjaga harmoni suara bambu tidak luntur sedikitpun di sepanjang rute perjalanan.

“Rontek gugah sahur di Kota Pacitan menjadi tradisi yang unik sekaligus menjadi hiburan di bulan Ramadan. Masyarakat juga antusias mengikuti dan menonton kegiatan ini,”ujar salah satu warga, Muhamat Andika, saat ditemui di lokasi.

Andika menambahkan bahwa faktor cuaca yang kurang bersahabat bukan menjadi penghalang bagi warga untuk turun ke jalan. Menurutnya, nilai kebersamaan dalam tradisi ini jauh lebih besar daripada sekadar urusan cuaca.

Muhamat Andika, warga Pacitan, memberikan keterangan mengenai semangat tradisi Rontek Gugah Sahur di tengah gerimis.
MENJAGA TRADISI: Muhamat Andika, salah satu warga yang hadir dalam acara Rontek Gugah Sahur di Kabupaten Pacitan, Sabtu (2/3/2026) malam, menyatakan bahwa gerimis tidak melunturkan semangat masyarakat untuk melestarikan budaya lokal di bulan Ramadan. (Lusiana Rizki Andari/Pacitanku)

“Rontek gugah sahur yang dilaksanakan pada Sabtu malam berjalan dengan meriah meskipun kondisi cuaca sedang gerimis. Para peserta tetap semangat dan para penonton juga tetap bertahan menyaksikan sampai selesai,”katanya.

Guna memastikan kelancaran acara, aparat keamanan bersama petugas terkait melakukan pengawalan ketat dan pengaturan lalu lintas di setiap titik perlintasan rombongan. Koordinasi yang solid antarpetugas membuat aliran massa tetap tertib hingga acara berakhir.

Tradisi tahunan ini diharapkan terus menjadi perekat sosial bagi masyarakat Pacitan sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang religius setiap memasuki bulan suci Ramadan.

No More Posts Available.

No more pages to load.