Pacitanku.com, PACITAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan bergerak cepat melakukan inventarisasi dampak kerusakan pasca-guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,7 yang berpusat di daratan wilayah setempat pada Selasa (27/1/2026) pagi.
Meskipun getaran dirasakan sangat kuat dan merata di seluruh kecamatan hingga memicu kepanikan sesaat, otoritas kebencanaan memastikan peristiwa tersebut tidak berpotensi tsunami sembari terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, Yagus Triarso, membenarkan bahwa intensitas guncangan kali ini dirasakan hampir bersamaan oleh seluruh penduduk Pacitan dengan skala yang signifikan.
Menurutnya, karakteristik getaran yang kuat dan merata ini disebabkan oleh posisi episenter atau pusat gempa yang berada tepat di darat, bukan di laut, yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan dalam lempeng dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
“Seluruh area di Pacitan merasakan getaran kuat secara merata karena titik gempanya memang berada di darat wilayah kita,”kata Yagus Triarso saat dikonfirmasi pasca-kejadian, Selasa (27/1/2026).
Hingga beberapa jam setelah gempa yang terjadi pukul 08.20 WIB tersebut, tim reaksi cepat BPBD masih terus memantau situasi di lapangan dan menunggu laporan rinci dari pemangku wilayah di tingkat kecamatan hingga desa.

Yagus menjelaskan bahwa proses pendataan sedang berjalan intensif untuk memastikan apakah lindu yang getarannya terasa hingga Pulau Bali ini menyebabkan kerusakan pada infrastruktur publik maupun rumah tinggal warga.
“Untuk laporan kerusakan masih terus kami perbarui. Saat ini laporan resmi dari kecamatan dan desa belum masuk,”tambahnya.
Guna meredam kepanikan dan mencegah beredarnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atau hoaks, BPBD Pacitan telah menyebarkan rilis resmi melalui berbagai kanal komunikasi dan pesan siar.
Yagus menekankan pentingnya kewaspadaan mandiri, di mana warga diminta untuk memastikan kondisi tempat tinggal mereka aman dari keretakan struktur yang membahayakan sebelum memutuskan untuk kembali beraktivitas di dalam ruangan.
“Kami menghimbau masyarakat Pacitan agar tidak panik dan tetap tenang, namun harus selalu waspada terhadap potensi gempa susulan. Pastikan bangunan yang ditempati masih kokoh sebelum masuk kembali ke dalam ruangan,”pungkas Yagus.
Diberitakan sebelumnya, wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kembali diguncang gempa bumi tektonik pada Selasa (27/1/2026) pagi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan data kekuatan gempa menjadi Magnitudo 5,7 setelah sebelumnya merilis parameter sementara berkekuatan Magnitudo 5,5.
Gempa yang terjadi tepat pada pukul 08.20 WIB ini dipastikan tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 8,18 derajat Lintang Selatan dan 111,33 derajat Bujur Timur.
Pusat gempa berlokasi di darat pada jarak 24 kilometer arah Tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman sumber atau hiposenter mencapai 122 kilometer. Lokasi episentrum diketahui berada di Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan.











