Geliat Pasar Hewan Nawangan Pacitan Kembali Pulih dan Harga Kambing Mulai Stabil

oleh -362 Dilihat
GELIAT PASAR. Suasana transaksi antara pedagang dan pembeli di Pasar Hewan Nawangan, Kabupaten Pacitan, Minggu (28/12/2025). Jelang tahun baru 2026, harga kambing terpantau membaik dan stabil setelah sempat mengalami penurunan. (Faring Gusti Mahesa/Pacitanku)

Pacitanku.com, NAWANGAN — Sejak akhir tahun 2025 menuju pergantian tahun menuju 2026, senyum para peternak dan pedagang di Pasar Hewan Nawangan, Kabupaten Pacitan, kembali merekah seiring membaiknya harga jual kambing yang sempat lesu beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (28/12/2025), denyut nadi perekonomian di pasar tersebut menunjukkan tren positif dengan pergerakan harga yang cenderung stabil dan aktivitas transaksi yang berjalan normal.

Suasana pasar yang menjadi sentra ternak di wilayah Pacitan bagian utara ini tampak hidup sejak pagi buta.

Deretan kambing berbagai jenis dan ukuran memenuhi area pasar, sementara riuh rendah suara tawar-menawar antara pedagang dan pembeli menandakan geliat pasar yang mulai pulih. Momentum akhir tahun ini tampaknya menjadi titik balik bagi stabilitas harga ternak di wilayah tersebut.

Salah satu pedagang kambing di Pasar Hewan Nawangan, Ipul, mengungkapkan rasa leganya atas kondisi pasar saat ini.

Pria berusia 35 tahun tersebut menuturkan bahwa grafik harga kambing telah menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan dibandingkan pekan-pekan sebelumnya, sehingga proses transaksi jual beli menjadi jauh lebih lancar dan bergairah.

“Kalau akhir tahun ini, harganya sudah mulai membaik dari sebelumnya dan sudah menuju stabil,”kata Ipul di sela-sela kesibukannya melayani pembeli.

Mengenai rincian harga pasaran terkini, Ipul menjelaskan bahwa untuk kambing jenis indukan dibanderol pada kisaran Rp700 ribu hingga di atas Rp1 juta per ekor, bergantung pada usia dan kondisi fisik hewan.

Sedangkan untuk kambing pejantan yang biasanya banyak dicari, harganya bergerak di angka Rp1 juta hingga Rp2,5 juta per ekor.

Kestabilan harga ini dinilai dipengaruhi oleh mekanisme pasar yang sehat, di mana pasokan ternak dari petani seimbang dengan permintaan pembeli yang datang untuk kebutuhan hajatan maupun acara keluarga akhir tahun.

Selain keseimbangan pasar, faktor cuaca yang cukup bersahabat belakangan ini juga turut andil dalam menjaga kualitas kesehatan ternak, sehingga harga jual tidak mengalami depresiasi atau penurunan kualitas.

Para pembeli pun merespons positif momentum ini dengan memanfaatkan harga yang dianggap wajar dan terjangkau sebelum memasuki tahun baru.

Stabilitas yang tercipta di penghujung tahun 2025 ini membawa harapan baru bagi para pelaku usaha ternak di Pacitan.

Mereka optimistis kondisi pasar yang kondusif ini dapat terus terjaga hingga memasuki awal tahun 2026, sehingga mampu memberikan kepastian pendapatan serta menopang perputaran roda ekonomi masyarakat, khususnya di sektor peternakan rakyat.

No More Posts Available.

No more pages to load.