Transaksi Petani Sepi, Harga Sapi di Pasar Pon Pacitan Justru Merangkak Naik

oleh -356 Dilihat
HARGA NAIK: Aktivitas jual beli di Pasar Hewan Pon, Pacitan. Meski transaksi dari kalangan petani terpantau sepi, harga sapi justru merangkak naik dalam sepekan terakhir akibat tingginya permintaan daging untuk keperluan hajatan di bulan ini. (Foto: Febriani Cahyaningtias/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Fenomena unik terjadi di Pasar Hewan Pon, Kabupaten Pacitan, dalam sepekan terakhir.

Meskipun aktivitas transaksi jual beli dari kalangan petani terpantau lengang, grafik harga sapi justru menunjukkan tren kenaikan secara perlahan namun konsisten.

Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan daging sapi untuk keperluan hajatan seiring masuknya bulan yang dianggap baik oleh masyarakat Jawa.

Pedagang sapi asal Ngadirejan, Kecamatan Pringkuku, Sarmidi, mengungkapkan bahwa dinamika pasar saat ini memang sedikit anomali di mana transaksi lebih didominasi oleh sesama pedagang ketimbang petani.

Ia menuturkan bahwa perkembangan harga sapi di Pasar Pon Pacitan seminggu ini naik perlahan. Petani hampir tidak ada yang melakukan transaksi jual beli, tetapi harga tetap bergerak naik.

Menurut Sarmidi, lonjakan harga ini tidak lepas dari faktor budaya lokal yang memengaruhi siklus ekonomi pasar.

Momentum saat ini bertepatan dengan hari baik menurut hitungan orang Jawa, sehingga banyak masyarakat yang menggelar acara dan membutuhkan pasokan daging sapi dalam jumlah besar.

Situasi ini membuat harga sapi perlahan pulih dan cenderung meningkat, melanjutkan tren positif pascapandemi Covid-19 lalu.

Di tengah kenaikan harga tersebut, jenis sapi Limosin menjadi komoditas yang paling dicari oleh pembeli. Berdasarkan data di lapangan, harga sapi bakalan saat ini dibanderol mulai dari Rp10 juta hingga Rp17 juta.

“Untuk kategori sapi potong betina, harga bergerak di kisaran Rp17 juta hingga Rp24 juta, sedangkan sapi potong jantan menempati posisi harga tertinggi antara Rp23 juta sampai Rp30 juta per ekor,”katanya.

Kendati harga cukup menggembirakan bagi penjual, Sarmidi menyoroti masalah ketersediaan stok yang dinilai masih terbatas. Ia merasa pasokan sapi saat ini masih kurang karena belum banyak pilihan jenis sapi yang masuk, dan variasi harga antar pedagang juga tidak terpaut jauh. Selain itu, terdapat perbedaan kualitas yang cukup mencolok antara sapi lokal dengan sapi yang didatangkan dari luar daerah.

Menyikapi kondisi pasar yang sepi pembeli dari kalangan petani namun harga tetap tinggi, para pelaku usaha berharap adanya stabilitas.

Sarmidi berharap ke depannya harga sapi dapat terus naik secara perlahan diimbangi dengan stok sapi yang terus bertambah serta memiliki banyak variasi kualitas agar gairah pasar kembali hidup sepenuhnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.