Pacitanku.com, Ngadirojo-Kondisi infrastruktur Pasca-jebolnya tanggul dan Dam Ngancar, Pemerintah Desa (Pemdes) setempat mengambil langkah tegas dengan menutup total akses jembatan yang melintasi area tersebut demi menjamin keselamatan warga.
Kepala Desa Bogoharjo, Wiji Slamet Priyadi, menyatakan bahwa keputusan penutupan ini merupakan langkah darurat.
Mengingat struktur bangunan yang sudah rusak parah, risiko kecelakaan bagi pengguna jalan sangat tinggi jika akses tetap dibuka.
Selain masalah keselamatan transportasi, jebolnya Dam Ngancar membawa dampak sistemik terhadap sektor pertanian di wilayah tersebut.
Kepala Desa Hadiwarno, Mulyono mengungkapkan kekhawatirannya terhadap nasib para petani yang selama ini menggantungkan hidup pada aliran air dari bendungan tersebut.
“Sangat berpengaruh terhadap petani, utamanya di wilayah paling selatan kan memang mengandalkan pengairan dari Dam Ngancar. Kalau sudah jebol, secara otomatis pengairannya susah,” ujar Mulyono dalam keterangannya.
Menanggapi adanya alternatif pengairan berupa sumur resapan di wilayah Hadiwarno, Mulyono menegaskan bahwa sarana tersebut tidak akan mampu mencukupi kebutuhan air secara luas.
Menurutnya, sumur resapan yang ada hanya bisa menjangkau wilayah terbatas di sekitar SMK, sementara area persawahan yang luas tetap bergantung pada aliran Dam Ngancar.
“Sumur resapan itu tidak mampu (menggantikan dam). Itu cuma mencakup sebagian kecil wilayah dekat SMK saja. Sedangkan lahan di perbatasan Hadiluwih dan Hadiwarno itu sangat butuh air dari Dam Ngancar,” Pungkas Mulyono











