Menembus Pelosok Pacitan: LPS dan Dompet Dhuafa Jatim Berkolaborasi, Hadirkan Layanan Sehat Gratis bagi 150 Warga

oleh -145 Dilihat
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dengan Dompet Dhuafa Jawa Timur (Jatim) berhasil menggelar Aksi Layanan Sehat gratis yang menyentuh 150 warga di Masjid Al-Birr, Pringkuku, Pacitan. (Foto: Dok. Panitia)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dengan Dompet Dhuafa Jawa Timur (Jatim) berhasil menggelar Aksi Layanan Sehat gratis yang menyentuh 150 warga di Masjid Al-Birr, Pringkuku, Pacitan, pada 11 November 2025.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat akan akses pemeriksaan kesehatan yang merata, terutama di daerah dengan tantangan geografis seperti kawasan Pantai Watu Karung.

Melalui kolaborasi kedua lembaga ini, pelayanan kesehatan dihadirkan secara gratis, sekaligus disertai edukasi dan sosialisasi mengenai inklusi keuangan.

Semangat kolaborasi terlihat sejak sesi seremonial pembukaan hingga penyerahan bantuan simbolis kepada perwakilan masyarakat.

Warga kemudian mendapatkan berbagai layanan, termasuk pemeriksaan kesehatan dan nutrisi tambahan.

Meski dihadapkan pada medan terjal menuju lokasi, tim pelaksana memastikan pelayanan terbaik dapat diterima oleh masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan LPS II, Bambang Samsul Hidayat, menegaskan bahwa program ini adalah wujud kepedulian sosial lembaganya.

“Kami ingin pemeriksaan kesehatan tidak hanya menyentuh kota besar, tapi juga wilayah dengan tantangan akses. Melalui sosialisasi ini, kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap perbankan meningkat, terlebih pada tahun 2028 LPS juga akan menjamin polis asuransi,” ujarnya.

Kepala Dusun Gumulharjo, Sumaryono, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.

“Aksi seperti ini benar-benar dibutuhkan masyarakat, terutama terkait kepedulian kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Dompet Dhuafa Jawa Timur, Miftahul Huda, menambahkan harapannya agar kolaborasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.

Layanan pemeriksaan kesehatan yang diberikan oleh tim medis cukup komprehensif, meliputi pengecekan Berat Badan, Tinggi Badan, Tekanan Darah, Lab Sederhana, Asam Urat, Kolestrol, dan Gula.

Setelah pemeriksaan, obat dan vitamin diberikan kepada pasien berdasarkan hasil diagnosis dan keluhan yang disampaikan.

Bidan Yuli, salah satu tenaga kesehatan yang bertugas, mencatat keluhan yang didominasi oleh penyakit tidak menular.

“Keluhan yang paling banyak di temukan: Hipertensi, Myalgia, Diabetes Melitus,” ujar Bidan Yuli.

Untuk mengatasi tingginya angka keluhan tersebut, edukasi kesehatan menjadi bagian integral dari layanan.

Masyarakat diberikan penyuluhan untuk meningkatkan kualitas hidup, mencakup anjuran Menjaga pola makan, rajin kontrol, rutin minum obat, dan olahraga ringan.

Terlepas dari tantangan medan yang berat menuju lokasi layanan, Bidan Yuli dan timnya memastikan pelayanan berjalan optimal.

“Siap melayani dengan sepenuh hati dan tetap semangat,” tutup Bidan Yuli, menegaskan komitmen tim medis dalam melayani warga di pelosok Pacitan.

Program kolaboratif ini menjadi bukti bahwa layanan kesehatan seharusnya tidak mengenal batas geografis.

Diharapkan, inisiatif serupa dapat terus diperluas agar semakin banyak masyarakat di wilayah terpencil turut merasakan manfaat pemeriksaan kesehatan yang layak.

No More Posts Available.

No more pages to load.