Pacitanku.com, PACITAN — Kepolisian Resor (Polres) Pacitan memberikan penghargaan tinggi kepada empat warga Desa Temon, Kecamatan Arjosari, yang berperan krusial dalam mengakhiri pencarian Arif Setiawan (45) alias Wawan, tersangka kasus pembacokan sadis yang meresahkan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, dalam apel rutin di halaman Mapolres Pacitan pada Senin (29/9/2025) sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kegigihan masyarakat.
Kapolres Pacitan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi dan kegigihan masyarakat yang membantu mengakhiri pencarian tersangka yang berlangsung berhari-hari.
“Berkat kegigihan warga Temon, akhirnya pelaku dapat ditemukan,”ungkapnya.
Empat warga yang menerima penghargaan adalah Antok Wijaya, Budi Siswoyo, Dian Sumarno, dan Tri Susanto. Mereka didampingi Kepala Desa Temon, Jamiatin, saat menerima apresiasi.
Baca juga: Cerita Warga Temon Saat Detik-Detik Penemuan Jasad Wawan: Bau Busuk Ungkap Misteri
Meskipun kasus pidana dinyatakan gugur karena tersangka tewas, Polres Pacitan memastikan penyelidikan masih berlangsung untuk menemukan barang bukti senjata tajam yang digunakan Wawan dalam aksi pembacokan tersebut.
Kapolres juga mengajak seluruh pihak untuk mendoakan para korban yang meninggal dan yang selamat.
“Semoga korban yang meninggal diampuni dosanya dan yang selamat diberi ketabahan serta segera pulih,” tutupnya.
Sebagai informasi, peran keempat warga ini sangat menentukan dalam penemuan jasad Wawan, yang menjadi buron setelah melancarkan aksi kejinya pada Sabtu (20/9/2025) malam, sekitar pukul 19.30 WIB di desa tersebut.
Insiden berdarah itu merenggut nyawa dua korban—Timi (mantan ibu mertua pelaku) dan Arga (keponakan pelaku)—serta melukai tiga korban lainnya yang masih menjalani perawatan intensif.
Diberitakan sebelumnya di Pacitanku.com, penemuan jasad Wawan bermula dari bau busuk samar yang dicium oleh dua warga setempat, Yono dan Jemu, saat memperbaiki selang air pada pagi hari.
Temuan janggal ini segera dilaporkan kepada Antok Wijaya, warga yang aktif dalam kegiatan pencarian. Antok bersama tiga rekannya, Budi Siswoyo, Dian Sumarno, dan Tri Susanto, langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan menyusuri lereng bukit yang curam dan semak lebat.
Budi Siswoyo, yang pertama kali menemukan jasad Wawan, menceritakan pengalamannya.
“Setelah melihat lalat, tak berselang lama ketemu mayatnya. Antara senang, lega bisa ketemu, tapi juga agak kesal juga, Mas. Penginnya ketemu masih hidup lah, biar bisa mempertanggungjawabkan kejahatannya,”ujarnya saat dikonfirmasi Pacitanku.com.
Penemuan jasad pada pukul 10.41 WIB itu segera dilaporkan ke kepala desa dan pihak berwajib. Jasad Wawan ditemukan di jurang sedalam 200 meter, sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian pembacokan.
Setelah olah tempat kejadian perkara (TKP), jenazah dievakuasi ke RSUD dr. Darsono Pacitan untuk keperluan otopsi guna memastikan identitasnya.
Kapolres Pacitan mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan adalah tersangka pembacokan sadis.
“Berdasarkan hasil otopsi dan ciri-ciri yang dikenali keluarga, kami pastikan mayat yang ditemukan adalah tersangka Wawan,” kata AKBP Ayub Diponegoro Azhar.











