Pikul Tandu Jenderal Soedirman Lintasi 7 Kecamatan, 2.500 Taruna TNI-Akpol Tempa Mental di Pacitan

oleh -47 Dilihat
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji menyerahkan secara simbolis tandu duplikat Panglima Besar Jenderal Soedirman kepada perwakilan taruna Akademi TNI dan Akpol di lapangan Detasemen TNI AU Pacitan.
JEJAK GERILYA SOEDIRMAN – Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji (dua dari kiri) menyerahkan secara simbolis tandu duplikat Panglima Besar Jenderal Soedirman kepada perwakilan taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) dalam upacara pembukaan latihan napak tilas Rute Panglima Besar Jenderal Soedirman (RPS) Diksar Integratif 2026 di lapangan Pangkalan TNI AU Iswahjudi Detasemen Pacitan, Jumat (6/11/2026). Sebanyak 2.500 calon perwira TNI-Polri akan memikul tandu tersebut secara bergantian menyusuri jalur historis gerilya melintasi tujuh kecamatan menuju Monumen Jenderal Soedirman di Nawangan. (Foto: Putro Primanto/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Sebanyak 2.500 taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) memulai latihan napak tilas Rute Panglima Besar Jenderal Soedirman (RPS) di Pangkalan TNI AU Iswahjudi Detasemen Pacitan, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Integratif Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin langsung oleh Danjen Akademi TNI Letjen TNI Raden Sidharta Wisnu Graha ini menyusuri jejak perjuangan gerilya di tanah kelahiran Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca juga: 1.100 Taruna Akademi TNI dan Akpol Napak Tilas Rute Gerilya Jenderal Soedirman di Pacitan

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayu Aji, menyambut hangat kehadiran ribuan taruna TNI-Polri di wilayahnya.

Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa Pacitan memiliki rekam jejak historis yang panjang bagi Nusantara, mulai dari peradaban kuno Pacitanian, titik krusial taktik gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman, hingga tempat lahirnya pemimpin bangsa yang disegani di kancah global.

“Selamat datang di Pacitan. Tanah ini menjadi saksi perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman dalam mempertahankan kemerdekaan, sekaligus melahirkan putra terbaik bangsa yang disegani dunia internasional, yakni Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. SBY adalah mercusuar bagi setiap anak Pacitan, begitu pula bagi para taruna,”kata Bupati yang akrab disapa Mas Aji tersebut, Jumat (6/11/2026).

Menurut Mas Aji, prosesi penyerahan tandu duplikat dan napak tilas ini bukan sekadar agenda seremonial maupun latihan ketahanan fisik semata.

Lebih dari itu, momentum ini menjadi wahana pembinaan mental bagi calon perwira TNI dan Polri untuk membangkitkan kembali semangat pengabdian serta meneladani kepemimpinan sang Panglima Besar.

“Melalui jejak perjuangan Panglima Besar Soedirman, kita diajak mengenang sosok pemimpin sejati yang tetap tegar di tengah keterbatasan, tetap melangkah di tengah penderitaan, dan tidak pernah menyerah di tengah himpitan keadaan. Inilah teladan kepemimpinan yang sesungguhnya. Kekuatan seorang prajurit bukan hanya ketangguhan fisik dan militer, melainkan juga kesungguhan hati pada bangsa dan negara,” tuturnya.

Upacara penerimaan tandu duplikat berlangsung khidmat dan lancar, diawali dengan persiapan serta penghormatan pasukan, laporan komandan upacara, prosesi serah terima tandu, hingga amanat pembina upacara.

Selepas prosesi tersebut, ribuan calon perwira ini dijadwalkan berjalan kaki menyusuri jalur gerilya menuju Monumen Jenderal Soedirman pada Sabtu (7/11/2026) pagi.

Rute latihan napak tilas ini melintasi tujuh wilayah di Kabupaten Pacitan, meliputi Kecamatan Pacitan, Arjosari, Bandar, Tegalombo, Pringkuku, Punung, hingga berakhir di Kecamatan Nawangan.

Pemilihan Nawangan sebagai pusat kegiatan didasari pada nilai sejarah kawasan tersebut sebagai markas pertahanan gerilya Jenderal Soedirman saat mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Seluruh rangkaian RPS ini nantinya akan ditutup secara resmi di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada Rabu (11/11/2026).

No More Posts Available.

No more pages to load.