IPSI Tegalombo Latih 43 Pelatih Pencak Silat, Bidik Atlet Berprestasi di O2SN dan PORSENI

oleh -35 Dilihat
Penataran pelatih pencak silat IPSI Kecamatan Tegalombo diikuti 43 peserta pada 30 Oktober hingga 1 November 2026.
IPSI Kecamatan Tegalombo menggelar penataran pelatih pencak silat yang diikuti 43 peserta untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet menuju O2SN dan PORSENI. (Dok: Istimewa)

Pacitanku.com, TEGALOMBO – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kecamatan Tegalombo membekali 43 pelatih pencak silat melalui penataran tingkat kecamatan pada 30 Oktober hingga 1 November 2026. Kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan kompetensi pelatih dalam mempersiapkan atlet menghadapi ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI).

Penataran yang mengusung tema “Membangun Kompetensi dan Profesionalisme Pelatih Ekstrakurikuler Pencak Silat dalam Mencetak Atlet Berprestasi Menuju O2SN dan PORSENI” tersebut diikuti peserta dari berbagai sekolah, perguruan pencak silat, serta lembaga terkait di Kecamatan Tegalombo.

Ketua IPSI Kecamatan Tegalombo, Arga, mengatakan peningkatan kualitas pelatih menjadi bagian penting dalam membangun pembinaan atlet yang terarah dan berkelanjutan.

Menurutnya, pelatih tidak hanya bertanggung jawab mengajarkan teknik pencak silat, tetapi juga membentuk mental bertanding, kedisiplinan, sportivitas, dan karakter atlet.

“Pelatih memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembinaan atlet. Prestasi seorang atlet tidak terlepas dari kualitas pembinaan yang diberikan oleh pelatih. Oleh karena itu, pelatih perlu terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman agar mampu memberikan pembinaan yang tepat, terarah, serta sesuai dengan perkembangan pencak silat saat ini,” ujar Arga, Selasa (3/11/2026).

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi seputar pengetahuan kepelatihan, teknik dasar dan pengembangan latihan, serta pemahaman mengenai peraturan pertandingan pencak silat.

Arga berharap, penataran tersebut dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pelatih sehingga proses pembinaan atlet di sekolah maupun perguruan pencak silat semakin berkualitas.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara IPSI Kecamatan Tegalombo, lembaga pendidikan, perguruan pencak silat, dan berbagai pihak terkait untuk memperkuat ekosistem pembinaan olahraga di wilayah tersebut.

Melalui penguatan kapasitas pelatih dan sinergi antarlembaga, IPSI Tegalombo menargetkan lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di berbagai tingkatan, mulai dari kecamatan, kabupaten, hingga nasional.

“Harapan kami, ke depan semakin banyak atlet potensial dari Kecamatan Tegalombo yang mampu berprestasi, khususnya melalui ajang O2SN dan PORSENI,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.