Pacitanku.com, NAWANGAN – SMK Negeri 1 Nawangan, Kabupaten Pacitan, merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 dengan meluncurkan program Smart Green School yang mengintegrasikan pertanian berbasis Internet of Things (IoT) dan kartu pelajar digital pada Selasa (20/10/2026).
Inovasi ini menjadi langkah strategis sekolah dalam mempercepat digitalisasi pendidikan vokasi sekaligus memperkuat karakter peserta didik.
Kepala SMKN 1 Nawangan, Redy Yuniarto, menjelaskan bahwa peringatan usia ke-23 sekolahnya difokuskan pada penguatan kolaborasi lintas sektor agar pembelajaran relevan dengan perkembangan teknologi.
Di sektor pertanian, sekolah memadukan budi daya hidroponik dengan sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis IoT.
“Di bidang pertanian, kami tidak hanya mengembangkan hidroponik, tetapi juga memanfaatkan teknologi IoT untuk sistem penyiraman otomatis. Harapannya, siswa dapat menerapkan teknologi secara langsung sehingga kompetensi yang diperoleh tidak berhenti pada teori, tetapi bisa dipraktikkan,”kata Redy di sela kegiatan.
Selain modernisasi pertanian, SMKN 1 Nawangan menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) Cabang Pacitan untuk menerbitkan kartu pelajar digital.
Kartu multifungsi ini tidak sekadar menjadi identitas siswa, tetapi juga terhubung dengan akses layanan perbankan guna mengedukasi literasi keuangan digital sejak dini.

“Momentum HUT ke-23 ini menjadi awal penguatan kerja sama dengan BNI Cabang Pacitan dalam mendukung percepatan digitalisasi pendidikan. Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan peserta didik,” imbuhnya.
Transformasi teknologi tersebut turut diimbangi dengan penguatan karakter dan kepedulian lingkungan. Pembukaan rangkaian HUT yang berlangsung pada 20–23 Oktober 2026 ini juga ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan musala sekolah serta panen selada bersama melalui program SIKAP.
Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, yang hadir meletakkan batu pertama pembangunan musala, mengapresiasi terobosan SMKN 1 Nawangan.
Menurutnya, kolaborasi dengan sektor perbankan serta capaian prestasi siswa yang telah menembus tingkat Provinsi Jawa Timur merupakan modal kuat untuk membangun kepercayaan publik.
“Inisiatif kerja sama dengan dunia perbankan ini patut diapresiasi. Kolaborasi yang baik dapat membangun kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di SMKN 1 Nawangan,” ungkap Gagarin.
Ia menekankan bahwa pendidikan kejuruan harus mampu mencetak lulusan yang terampil sekaligus berkarakter kuat. “Momentum ini harus menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi dengan semua pihak agar sekolah semakin maju dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Senada, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pacitan, Sasmito Pribadi, menilai peluncuran Smart Green School dan pembangunan musala mencerminkan keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dengan iman dan takwa (imtak).

“Peluncuran Smart Green School ini menjadi momentum untuk mengintegrasikan iman dan takwa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembangunan musala ini juga bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari proses pembelajaran untuk membangun kecerdasan spiritual dan sosial peserta didik,” tutur Sasmito.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimca Nawangan, unsur pengawas pendidikan, kepala SMK se-Kabupaten Pacitan, kepala SMP/MTs peserta turnamen bola voli, kepala desa setempat, Dharma Wanita, serta Komite SMKN 1 Nawangan.












