Pacitanku.com, PACITAN – Lebih dari 1.000 penonton memadati pemutaran film hari kedua Festival Film Horor (FFH) 2026 yang diselenggarakan Komunitas Ruang Film Pacitan di kawasan Alun-Alun Pacitan hingga Pasar Sawo, Jumat (16/10/2026).
Selain tingginya minat warga menyaksikan film di lima bioskop rakyat, kemeriahan festival juga diwarnai aksi ratusan peserta berkostum hantu yang berlari menyusuri jalanan kota untuk menguatkan ekosistem perfilman dan ekonomi kreatif daerah.
Antusiasme masyarakat terlihat merata di lima titik pemutaran bertajuk “5 Layar Jejak Mbah Sayem”.
Di Bioskop Rakyat Goa Karst yang berlokasi di Halaman Pasar Sawo, panitia bahkan membentangkan tikar tambahan hingga ke lorong gedung untuk menampung 123 penonton kategori anak dan sekolah dasar.
Lonjakan pengunjung juga terjadi pada sesi malam di titik lainnya. Bioskop Rakyat Gunung Karst di Lapangan Basket Alun-Alun mencatat kehadiran 293 penonton, disusul Bioskop Rakyat Laut Selatan di Gedung Gasibu Swadaya dengan 240 penonton, serta Bioskop Rakyat Mbah Sayem di Gedung Karya Dharma yang memikat 146 penonton.
Ratusan warga lainnya turut berkumpul di Lapangan Voli Alun-Alun untuk menyaksikan pemutaran film lokal secara terbuka.

Mengusung tema “Indigo: Melihat yang Tak Terlihat, Membaca yang Tak Terlupakan, Membangun yang Akan Datang”, puluhan karya sinema yang ditayangkan tidak sekadar menyuguhkan ketegangan.
Film-film karya pelajar, komunitas, dan sineas nasional tersebut juga mengangkat potret mitologi lokal, kesehatan mental, bahaya judi daring, hingga pelestarian tradisi. Kualitas kurasi ini mendapat apresiasi positif dari publik dalam sesi diskusi interaktif bersama para pembuat film.
“Keren dan luar biasa. Penataan teknis dan alur ceritanya sangat dinikmati penonton,” tutur Rivan, salah seorang penonton asal Sidoarjo, saat menyampaikan kesannya kepada sineas dan kurator di Gedung Gasibu Swadaya, Jumat (16/10/2026).
Di luar layar pemutaran, suasana kota turut dihidupkan oleh ajang lari malam tematik Malam PenyamaRun 5K: Siro Lelakone Sopo.
Sebanyak 120 pelari mengenakan berbagai kostum hantu, seperti pocong dan kuntilanak, yang justru mengundang gelak tawa warga di sepanjang jalan.
Para peserta dilepas langsung oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji didampingi Ketua Panitia FFH Idam Nugrahadi serta aktor dan sutradara Dennis Adhiswara.
Mereka menempuh rute lima kilometer dari Alun-Alun Pacitan menuju Bapangan, Perlimaan Cuwik, Jalan Gatot Subroto, Jalan Ahmad Yani, hingga finis kembali di alun-alun.
Pengunjung festival juga disuguhi wisata kuliner dan kriya lokal di Pasar Hantu hasil kolaborasi bersama PLUT KUMKM Pacitan, pameran riset prasejarah di Galeri Jejak Mbah Sayem bersama Museum Song Terus, bersepeda malam The ConjuRide, serta pertunjukan musik di Underworld Groove Market.
Rangkaian FFH 2026 yang didukung Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Kementerian Kebudayaan RI, Community Forum JAFF, dan Pemerintah Kabupaten Pacitan ini akan ditutup pada Sabtu (17/10/2026) malam di Alun-Alun Pacitan.
Malam puncak akan menghadirkan ritual budaya agraris Thethek Melek Song Meri, pertunjukan teatrikal, malam penganugerahan karya terbaik (Awarding Night), serta konser gratis dari grup musik Overnight.










