Jelang Puncak Festival Film Horor 2026, Empat Karya Sineas Lokal Pacitan Siap Unjuk Gigi

oleh -13 Dilihat
Kemeriahan upacara pembukaan (opening ceremony) Festival Film Horor (FFH) II 2026 di Pancer Dorr Pacitan yang dihadiri warga.
Pembukaan resmi Festival Film Horor (FFH) II 2026 di Pantai Pancer Dorr Pacitan, Rabu malam (14/10/2026). Mengusung tema "INDIGO – Jejak Mbah Sayem," festival ini menghadirkan lebih dari 75 film horor dan menjadi wadah sinergi sineas lokal serta industri kreatif daerah. (Foto:

Pacitanku.com, PACITAN – Sineas lokal Pacitan berhasil memproduksi empat film pendek dalam lokakarya intensif selama dua hari sebagai langkah pemanasan menyambut Festival Film Horor (FFH) II 2026.

Karya ini lahir dari kolaborasi strategis antara Ruang Film Pacitan, Jogja Film Academy (JFA), dan Community Forum Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF).

Baca juga: Resmi Dibuka Bupati, Festival Film Horor 2026 Pacitan Tayangkan 75 Film di 5 Bioskop Rakyat

Direktur FFH II, Idham Nugrahadi, menyatakan bahwa lokakarya yang digelar di kawasan Gubuk Song Meri, Desa Sukoharjo, Pacitan pada akhir September lalu ini merupakan upaya memperkuat ekosistem perfilman daerah sekaligus memantik lahirnya talenta baru.

“Kami memberikan apresiasi besar atas karya sineas lokal. Ini merupakan pemanasan menuju FFH jilid dua,” ujar Idham dalam keterangannya di Pacitan, Selasa.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji di Pantai Pancer Dorr Pacitan ini menghadirkan pendampingan teknis dan praktik langsung dari para profesional perfilman.

Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan proses produksi utuh, mulai dari praproduksi, pengambilan gambar, hingga pascaproduksi, yang masing-masing menghasilkan karya berdurasi lima menit.

Materi spesifik diberikan oleh jajaran pakar, di antaranya Arief Akhmad Yani (penguatan ekosistem), Lulu Hendra Komara (penyutradaraan), Ardian Friatna (sinematografi), Driepuza Ryan Fortunanda (penyuntingan), serta Stephanus Wahyu Gumilar (keaktoran).

Keempat film pendek tersebut kemudian ditayangkan dan dievaluasi bersama sebagai bentuk apresiasi.

Idham mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dan mengirimkan karya terbaik mereka pada ajang puncak FFH II yang akan digelar pada 14–17 Oktober 2026 di Alun-alun Pacitan.

Tahun ini, festival mengusung tema “INDIGO – Jejak Mbah Sayem” dan bersiap menayangkan lebih dari 75 film horor di lima layar.

Ajang ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni sinema, tetapi juga titik temu kekayaan cerita rakyat dengan industri kreatif Pacitan.

No More Posts Available.

No more pages to load.