Sekda Pacitan Apresiasi Festival Kopi 2026, Jadi Pijakan Perbaiki 900 Hektare Lahan Kritis

oleh -38 Dilihat
Suasana kemeriahan Festival Kopi Pacitan 2026 di PLUT KUMKM yang dihadiri Sekda Heru Wiwoho dan diwarnai pembagian 1.000 cangkir kopi gratis.
Sekretaris Daerah Pacitan Heru Wiwoho (tengah) saat menghadiri rangkaian kegiatan Festival Kopi Pacitan 2026 di PLUT KUMKM, Kamis (8/10/2026). Ajang ini menjadi momentum kebangkitan kopi lokal dari hulu ke hilir. (Foto: Putro Primanto/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Antusiasme luar biasa mewarnai Festival Kopi Pacitan 2026 di PLUT KUMKM Pacitan, Kamis (8/10/2026) hingga Jumat (9/10/2026).

Di tengah kemeriahan acara yang menyedot peserta hingga dari Bandung dan Surabaya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan menargetkan langkah besar merevitalisasi 900 hektare lahan kopi yang rusak pada 2027 guna membangkitkan ekosistem industri lokal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan, Heru Wiwoho, mengapresiasi tingginya animo masyarakat dan pelaku usaha dalam ajang tahunan tersebut.

“Menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya terutama berbagai kegiatan yang mengiringi. Bazar kopi, sarasehan kopi, 1.000 cup kopi gratis untuk masyarakat,”kata Heru saat memberikan sambutan.

Baca juga: Sedot Barista Bandung hingga Surabaya, Festival Kopi Pacitan 2026 Gairahkan Ekosistem Lokal

Festival ini dirancang sebagai inkubator bagi talenta lokal agar siap bersaing di industri kreatif dan kuliner. Heru secara khusus mendorong para peserta kompetisi meracik kopi untuk terus mengasah keterampilan dan tidak cepat puas.

“Jadikan motivasi untuk terus belajar, dan bagi peserta yang belum menang jangan berkecil hati. Belajar dan mencoba berkompetisi merupakan proses,” tuturnya.

Daya tarik festival yang juga diisi deklarasi bersama kopi Pacitan ini terbukti menembus batas daerah. Panitia mencatat, dari total 48 peserta kompetisi, 12 di antaranya berasal dari luar kota dengan peserta terjauh datang dari Bandung dan Surabaya.

Di balik kemeriahan hilir industri tersebut, Pemkab Pacitan tengah bersiap membenahi tantangan pelik di sektor hulu.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pacitan, dari total 2.300 hektare perkebunan kopi di daerah ini, sebanyak 900 hektare di antaranya rusak akibat tidak terawat.

Saat ini, hanya 700 hektare yang berstatus Tanaman Menghasilkan (TM) dan 600 hektare sisanya merupakan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).

Menyikapi hal itu, Pemkab Pacitan berencana memperbaiki lahan kritis tersebut melalui intervensi anggaran dan teknologi tanam pada 2027.

Sebagai langkah awal, DKPP telah mengantongi daftar Calon Petani Calon Lahan (CPCL) seluas 489 hektare untuk diusulkan ke Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

Melalui sinergi hulu ke hilir ini, Pemkab Pacitan optimistis kualitas kopi daerah akan makin kompetitif di kancah nasional, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi petani dan pelaku kedai secara berkelanjutan.

No More Posts Available.

No more pages to load.