Ketua DPRD Pacitan Dorong Solidaritas Ekonomi Pegiat Kopi Lewat Kebijakan Belanja Daerah

oleh -29 Dilihat
Ketua DPRD Pacitan Arif Setya Budi meninjau stan produk kopi lokal di Festival Kopi Pacitan 2026.
Ketua DPRD Pacitan, Arif Setya Budi, mendorong Pemkab Pacitan memborong produk kopi lokal guna mendukung UMKM pada pembukaan Festival Kopi Pacitan 2026 di gedung PLUT KUMKM, Kamis (8/10/2026). (Foto: Putro Primanto/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Arif Setia Budi (ASB), mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat mengambil langkah nyata memborong produk kopi lokal guna menghidupkan ekosistem hulu hingga hilir.

Desakan ini disampaikannya saat perhelatan Festival Kopi Pacitan 2026 di PLUT KUMKM Pacitan, Jumat (9/10/2026) di PLUT KUMKM Pacitan.

Baca juga: Sedot Barista Bandung hingga Surabaya, Festival Kopi Pacitan 2026 Gairahkan Ekosistem Lokal

Langkah afirmatif dari pemerintah dinilai krusial untuk menggerakkan roda ekonomi rakyat. Arif menegaskan bahwa sinergi lintas sektor harus diwujudkan dalam kebijakan belanja daerah yang memihak pada pegiat kopi lokal.

“Arahnya hilirisasi produk. Pemerintah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus turut menguatkan dengan membeli produk kopi Pacitan,”kata ASB.

Menurutnya, penguatan solidaritas ekonomi tidak boleh hanya berhenti di tingkat petani, tetapi harus mencakup seluruh elemen. Ia mengingatkan pentingnya menjaga daya saing serta merawat ekosistem pendukung seperti barista, distributor, dan pengusaha kedai kopi.

Pergeseran tren konsumen saat ini juga menjadi peluang besar. ASB melihat antusiasme penikmat kopi di Pacitan terus meningkat tajam.

“Para pecinta kopi di Pacitan berkembang pesat. Kalau kita lihat, animonya mengarah pada sajian Americano ala Donald Trump. Ke depan kita perlu bersinergi menguatkan industri ini,”imbuh legislator Partai Demokrat ini.

Semangat kebersamaan tersebut tergambar jelas dalam Festival Kopi Pacitan yang digelar selama dua hari hingga Jumat (9/10/2026).

Ajang ini sukses menyedot perhatian ratusan penikmat kopi melalui serangkaian agenda, mulai dari sarasehan, bazar UMKM, pembagian 1.000 cangkir kopi gratis, hingga kompetisi meracik kopi.

Bahkan kompetisi barista diikuti oleh 48 peserta dengan antusiasme yang melampaui ekspektasi, dimana 12 orang dari luar daerah, peserta terjauh datang dari Bandung hingga Surabaya.

Di sisi hulu, geliat industri ini masih menyisakan pekerjaan rumah. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan, dari total 2.300 hektare lahan perkebunan kopi, sebanyak 900 hektare di antaranya dalam kondisi rusak.

Saat ini, hanya 700 hektare lahan yang berstatus Tanaman Menghasilkan (TM), sementara 600 hektare lainnya Belum Menghasilkan (TBM).

Merespons kondisi tersebut, Pemkab Pacitan berencana melakukan perbaikan lahan rusak melalui intervensi anggaran dan penerapan teknologi tanam pada 2027 mendatang.

Sebagai langkah awal, DKPP telah mengusulkan 489 hektare Calon Petani Calon Lahan (CPCL) ke Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, demi memastikan kualitas kopi lokal mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan bersaing di pasar nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.