Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan resmi ditunjuk sebagai daerah proyek percontohan (pilot project) program Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) nasional pada 2027.
Melalui inovasi ini, masyarakat Pacitan kini memiliki kendali penuh untuk mengajukan, mengawal, hingga menyanggah status penerima bansos secara mandiri hanya bermodalkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan ponsel pintar.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pacitan, Heri Setijono, menjelaskan skema baru ini bertujuan memastikan penyaluran bantuan sosial lebih efisien, transparan, dan tepat sasaran. Layanan ini diwujudkan melalui platform aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos).
“Sekarang ini NIK kita sudah terkoneksi dengan beragam layanan digital publik. Melalui perluasan digitalisasi bansos, masyarakat dapat mendaftar secara mandiri,”kata Heri, Selasa (15/9/2026) di Pacitan.
Melalui aplikasi tersebut, transparansi penerima bansos di tingkat desa akan terbuka. Warga bisa saling mengawasi dan mengajukan sanggahan jika ada penerima yang dinilai sudah tidak layak menerima bantuan.
Menjawab kekhawatiran terkait akses teknologi bagi lansia atau warga kurang mampu yang tidak memiliki ponsel pintar, Heri memastikan Dinsos telah menyiapkan solusi.
Pihaknya menyiagakan Agen Perlinsos di tingkat lokal untuk mendampingi warga tanpa mengambil alih kepemilikan data pribadi mereka.
“Bagi yang tidak punya HP, nantinya Agen Perlinsos atau tetangga dapat membantu. Dalam proses di aplikasi, semua tetap memakai data masyarakat yang bersangkutan,” terangnya.
Heri menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada keaktifan warga dalam memperbarui data kependudukan dan status sosial ekonomi secara berkala. Dinsos hanya bertindak sebagai fasilitator verifikasi data.
“Masyarakat harus aktif, dan kami dari Dinsos tidak dapat memaksa terkait penerimaan bansos,” tegasnya.
Penunjukan Pacitan sebagai pilot project pada 2027 ini diharapkan mampu memperbaiki tata kelola data perlindungan sosial, meminimalisasi ketidaktepatan sasaran, dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan.









