Pacitanku.com, PACITAN — Pelayaran uji coba kapal wisata pertama di Teluk Pacitan, The Tamperan Cruise, sukses memacu adrenalin wisatawan saat menerjang ombak dari Dermaga Tamperan menuju Gelon Pacitan.
Pelayaran uji coba yang digelar Rabu (9/9/2026) tersebut menghadirkan rombongan wisatawan dari Kota Surakarta, Jawa Tengah dan sejumlah awak media dari Pacitanku Digital Media.
Dimulai dari Dermaga Tamperan pada pukul 16.50 WIB, rombongan berkeliling dari dermaga hingga pelabuhan Gelon di ujung timur Teluk Pacitan dengan sensasi luar biasa.
Mulai dari serasa dihempas gelombang sehingga kapal naik turun, melihat panorama laut lepas Teluk Pacitan yang indah, hingga berfoto di kawasan Gelon Pacitan.

Membawa misi memperpanjang masa tinggal pelancong dan mendongkrak ekonomi lokal, atraksi bahari ini bersiap meluncur secara resmi pada 23 September 2026 mendatang.
Penggagas sekaligus pengelola The Tamperan Cruise, Muhammad Rofiqin, menjelaskan bahwa tiket pelayaran ini dibanderol seharga Rp150.000 per orang.
Dengan tarif tersebut, wisatawan sudah mendapatkan sederet fasilitas unggulan, termasuk cek kesehatan gratis yang bekerja sama dengan salah satu Rumah Sakit di DI Yogyakarta.
Kapal perdana yang kini beroperasi memiliki kapasitas untuk 10 hingga 15 penumpang. Menjawab tingginya antusiasme, pihak pengelola juga tengah menyiapkan ekspansi armada.

“Setelah kapal pertama ini, kami sedang membangun kapal yang berukuran lebih besar dengan kapasitas menampung hingga 30 orang,”kata pria yang akrab disapa Mamad tersebut.
Lebih lanjut, inovasi wisata laut ini dirancang secara spesifik untuk memburu pesona matahari terbit (sunrise) dan matahari terbenam (sunset).
Bagi pelancong yang menginginkan karakter gelombang lebih tenang, pengelola sangat menyarankan untuk memilih jadwal pelayaran pada pagi hari.
“Kami membuat sesuatu yang baru. Kalau di tempat lain sunrise dari gunung, Pacitan tawarkan sunrise dari laut. Ini bukan sekadar kapal wisata, tetapi alasan baru untuk tinggal lebih lama di Pacitan—dan menggerakkan hotel, restoran, hingga UMKM,” paparnya.
Mengingat karakter laut selatan yang dinamis, pengelola menerapkan standar keselamatan pelayaran tanpa kompromi (zero tolerance).
“Semua penumpang, baik kru maupun wisatawan, wajib memakai life jacket meskipun jago renang. Kami juga memantau aplikasi cuaca; kalau indikator menunjukkan warna merah, kami tidak berani memaksakan berlayar,” tegas Mamad.
Sensasi menembus ombak Teluk Pacitan ini menuai apresiasi positif dari para peserta uji coba.
“Luar biasa, mantap, keren!” ungkap Sudarsono, salah satu wisatawan.
Video Eksklusif! Sensasi Menaiki The Tamperan Cruise, Kapal Wisata Pertama di Teluk Pacitan











