Pacitanku.com, PACITAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan optimistis mampu memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata sebesar Rp11 miliar pada 2026. Keyakinan ini menguat setelah realisasi pendapatan menembus Rp8 miliar atau 72 persen per 7 September 2026.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pacitan, Munirul Ichwan, menyampaikan capaian membanggakan tersebut di hadapan asosiasi pegiat dan pelaku pariwisata Pacitan (AP3), Senin (7/9/2026).
“Kami kabarkan bahwa PAD pariwisata per hari ini sebesar Rp8 miliar,”kata Munirul.
Meski tingkat kunjungan merata, dua destinasi unggulan tetap menjadi penyumbang PAD terbesar, yakni Pantai Klayar dan Pantai Watukarung.
Pria yang akrab disapa Irul tersebut juga mengungkapkan, sejumlah destinasi tersembunyi (hidden gem) yang sempat menjadi lokasi Ekspedisi Merah Putih tahun lalu kini mulai ramai didatangi wisatawan.

Salah satunya adalah Platar Wakidi yang berlokasi di Desa Pager Kidul, Kecamatan Sudimoro.
Geliat pariwisata ini juga tak lepas dari suksesnya sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Irul mencontohkan, program retreat kepala sekolah yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan di Pantai Srau terbukti efektif menjadikan destinasi wisata Pacitan semakin ramai dan hidup.
Guna mengamankan target akhir tahun, Pemkab Pacitan tidak hanya mengandalkan momentum libur sekolah, Natal, dan Tahun Baru.
Perbaikan infrastruktur jalan akses menuju Pantai Srau dan Pantai Buyutan kini tengah dikebut demi menjamin kenyamanan mobilitas pengunjung.
Selain infrastruktur, sejumlah event berskala besar siap digelar untuk memutar roda ekonomi warga, salah satunya Jambore Nasional (Jamnas) RX King.
“Yang terdekat ada Marching Band yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, kemudian Jamnas RX King yang direncanakan digelar bulan November 2026. Setelah terakhir diadakan 12 tahun lalu di Pacitan pada 2014, sampai saat ini puluhan ribu peserta infonya sudah mendaftar. Harapannya, kegiatan itu turut menyumbang PAD pariwisata secara signifikan,”jelasnya.
Masifnya kedatangan puluhan ribu wisatawan diyakini akan memberikan efek ganda yang menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, UMKM, ekonomi kreatif, hingga penyedia jasa transportasi lokal.
Sebagai gambaran, dinamika realisasi PAD sektor pariwisata Kabupaten Pacitan terekam fluktuatif dalam empat tahun terakhir. Pada 2022, capaian sukses melampaui target pascapandemi dengan membukukan Rp11,20 miliar dari total 1,5 juta kunjungan. Angka ini turun pada 2023 menjadi Rp9,60 miliar, meleset dari target awal Rp12,55 miliar.
Penyesuaian kemudian dilakukan pada 2024, dengan realisasi Rp7,00 miliar atau 78 persen dari target Rp10 miliar. Sektor ini kembali pulih pada 2025 dengan membukukan Rp9,00 miliar, sukses memenuhi target 100 persen berkat lonjakan kunjungan libur akhir tahun.
VIDEO INI DIA! SURGA TERSEMBUNYI DI SELATAN JAWA: PANTAI KLAYAR PACITAN












