Jemaah Membludak, Peringatan Maulid Nabi di Tulakan Pacitan Bertabur Hadiah Kambing

oleh -100 Dilihat
Suasana jemaah pengajian membludak di Masjid Besar Al Muhajidin Tulakan Pacitan.
Masyarakat memadati halaman Masjid Besar Al Muhajidin, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, dalam acara puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Dok. Panitia)

Pacitanku.com, TULAKAN — Puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Besar Al Muhajidin, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, pada Sabtu (29/8/2026) malam dibanjiri jemaah hingga meluber ke luar area halaman.

Acara ini menyedot animo luar biasa berkat kehadiran penceramah muda berbakat asal Tulakan, Ustaz Ihsanudin, serta tersedianya doorprize menarik berupa dua ekor kambing bagi jemaah.

Ketua Panitia, Rony Panengah, mengatakan antusiasme warga berada di luar dugaan sehingga kapasitas area masjid tidak mampu menampung seluruh masyarakat.

“Alhamdulilah, tempatnya tidak cukup. Lumayanlah, untuk event pertama dan anak-anak panitianya,” ungkap Rony.

Pengajian puncak yang menghadirkan penceramah lokal berpengaruh tersebut mengusung tema “Mewarisi Cahaya Keteladanan Rasulullah SAW, Menghidupkan Salat Berjamaah, Memakmurkan Rumah Allah.”

Rony menjelaskan, tema itu sengaja diangkat guna menggugah semangat warga Tulakan agar lebih giat memakmurkan masjid serta mendirikan salat berjamaah.

Sebelum pengajian malam hari, panitia telah melibatkan anak-anak di sekitar masjid melalui berbagai perlombaan.

Rangkaian lomba seperti estafet karet, tiup bola pingpong, hingga menyanyi religi dikemas untuk memadukan semarak peringatan Maulid dengan nuansa bulan Kemerdekaan.

Ke depan, momentum ini diharapkan menjadi titik kebangkitan remaja masjid di Tulakan agar rutin menggelar pembinaan bagi santri dan santriwati Madrasah Diniyah.

“Harapan kami, ini menjadi sarana ukhuwah para remaja masjid yang ada di wilayah Kecamatan Tulakan,” pungkasnya.

Selain acara inti, rangkaian acara keagamaan dan sosial ini diisi dengan aksi donor darah, perlombaan antar-Madrasah Diniyah (Madin), pelestarian tradisi shalawat Jawa.

No More Posts Available.

No more pages to load.