HUT ke-81 RI, Empat Perguruan Silat di Bandar Bersinergi

oleh -103 Dilihat
Screenshot

Pacitanku.com, BANDAR-Semangat persatuan dan kebersamaan mewarnai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan.

Sekitar 200 peserta dari perwakilan empat perguruan pencak silat mengikuti upacara peringatan kemerdekaan yang digelar di Lapangan Desa Bandar, Senin (17/8/2026).

Peserta upacara berasal dari PSNU Pagar Nusa, PSHW, PSHT, dan IKSPI.

Keterlibatan empat perguruan pencak silat tersebut menjadi wujud kebersamaan dalam memperingati momentum kemerdekaan sekaligus mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan koordinasi yang diikuti sekitar 10 orang perwakilan dari masing-masing unsur perguruan.

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan catatan pelaksanaan kegiatan, membangun komunikasi, serta memperkuat sinergi untuk kegiatan bersama di masa mendatang.

M. Ahsinul Amri, salah satu perwakilan pencak silat yang mengikuti kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa kebersamaan antarperguruan menjadi hal penting untuk menjaga komunikasi dan mempererat persaudaraan.

“Momentum HUT RI ke-81 ini menjadi kesempatan bagi kami dari berbagai perguruan pencak silat untuk bersama-sama mempererat persaudaraan. Perbedaan perguruan bukan menjadi penghalang, tetapi justru menjadi kekuatan untuk membangun sinergi dan kegiatan positif di masyarakat,” ujar M. Ahsinul Amri.

Perbedaan perguruan, menurutnya, bukan menjadi penghalang untuk bersama-sama membangun kegiatan positif di tengah masyarakat.

Suasana pertemuan berlangsung dalam semangat kekeluargaan.

Para perwakilan perguruan duduk bersama dan berdiskusi mengenai pelaksanaan kegiatan yang telah berlangsung.

Komunikasi lintas perguruan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan baik sekaligus membangun koordinasi yang lebih solid.

Kebersamaan empat perguruan pencak silat dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga menunjukkan bahwa perbedaan organisasi tidak menghalangi upaya membangun persatuan.

Keberagaman perguruan justru dapat menjadi kekuatan ketika diarahkan pada kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.