Pacitanku.com, PACITAN – Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 (SRT 1) Pacitan resmi menggelar Open House sekaligus Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Gedung Serbaguna SRT 1 Pacitan, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan lingkungan belajar, program unggulan, dan fasilitas sekolah berbasis karakter kepada peserta didik baru, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Pacitan berupa penyediaan lahan seluas 7,7 hektare.
Acara yang berlangsung meriah tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pacitan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta awak media.
Dalam sambutannya saat membuka acara, Sekretaris Daerah Pacitan Heru Wiwoho Supardi Putra mewakili Bupati Pacitan memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif SRT 1 Pacitan yang dinilai sangat responsif terhadap pemenuhan kebutuhan pendidikan inklusif dan berkualitas di daerah tersebut.
Kepala Sekolah SRT 1 Pacitan, Nanang Adang Kusdinar, menjelaskan bahwa institusi ini merupakan hasil penggabungan dari dua sekolah sebelumnya.
“SRT 1 adalah gabungan dari SRMA 23 dan SRMA 46 yang kini bergabung menjadi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Pacitan. Saat ini jenjang SD memiliki 25 siswa, SMP 95 siswa, dan SMA 150 siswa. Kami juga masih berupaya memperoleh tambahan 30 siswa baru,” jelas Nanang.
Nanang juga menyoroti dukungan luar biasa dari pemerintah daerah dalam upaya pengembangan fasilitas fisik sekolah ke depannya.
“Alhamdulillah, kami diamanatkan oleh Pemkab Pacitan lahan seluas 7,7 hektare untuk membangun SRT 1. Atas nama sekolah, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas segala bentuk fasilitasi untuk Sekolah Rakyat permanen ini,” ungkapnya.
Nanang juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan semua pihak yang telah membantu kelancaran proses tersebut.
Melalui agenda Open House ini, pihak sekolah berharap masyarakat dan siswa baru mendapatkan gambaran utuh mengenai ekosistem belajar di SRT 1.
Nanang menegaskan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat adalah keberhasilan bersama bagi anak-anak Pacitan.
“Sekolah Rakyat ini berbasis agama dan karakter untuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik. SRT adalah proses pendidikan yang mengembangkan bakat dan potensi. Karena itu, anak-anak tidak hanya dicetak pandai mengerjakan soal, namun juga mengembangkan potensinya secara maksimal,”pungkasnya.
Video Potret Sekolah Rakyat Pacitan Jawab Kesenjangan Pendidikan | Siniar Kertas Kosong Eps. 59














