Pacitanku.com, PACITAN — Sebanyak 40 tim dari berbagai kategori memeriahkan ajang Festival Lomba Dayung Rekreasi (FLDR) Tahun 2026 yang resmi dibuka di Objek Wisata Pesona Ngiroboyo, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Rabu (5/8/2026).
Perhelatan tahunan yang memasuki seri ke-14 ini kembali mengusung semangat sport tourism untuk memadukan unsur olahraga, hiburan, dan promosi pariwisata bahari lokal.
Kemeriahan tampak memenuhi sepanjang aliran sungai kawasan wisata Pesona Ngiroboyo sejak pagi hari. Sorak-sorai pendukung menyertai aksi para peserta yang terbagi secara merata ke dalam dua kategori, yakni 20 tim dari kategori Instansi dan 20 tim dari kategori Daya Tarik Wisata (DTW).
Seluruh peserta tampil kompetitif menunjukkan strategi serta kekompakan mendayung demi memperebutkan gelar juara pertama hingga ketiga di masing-masing kategori. Guna mengapresiasi prestasi para peserta, panitia penyelenggara telah menyiapkan total hadiah senilai Rp5 juta beserta trofi dan uang pembinaan.

Kompetisi dayung susur sungai tahun ini diikuti dengan antusias oleh berbagai instansi, dinas, dan komunitas lokal. Adapun 20 tim yang berlaga pada Kategori Instansi meliputi Sahli JPU, DPC. HSNI, Pemdes Sawahan, Disbudparpora A, SMKN 2 Donorojo, Dinas Sosial, Cikal Plus, DPC. HPI, Kecamatan Donorojo, SMPN 2 Donorojo, Jan Enake, Dinas PMD, Kemenhub Terminal, Dinas Perhubungan, Disparbupora B, SMKN 1 Donorojo A, Mentari Hill, Pacitan Speleologi Society (PSS), Dinas Perikanan, hingga SMKN 1 Donorojo B.
Sementara itu, persaingan pada Kategori Daya Tarik Wisata (DTW) juga menghadirkan ketegangan tersendiri melalui kolaborasi pengelola destinasi wisata unggulan di Kabupaten Pacitan.
Kategori ini diramaikan oleh 20 tim perwakilan yang terdiri atas Pasmar 2 A, Museum dan Galeri SBY*ANI, Jeep Wisata Pacitan, Ki Ageng Simo A, Pantai Srau, Tiara Hill, Tebing Klayar, Pancer Door, KUB Berseri, Pasmar 2 B, Museum Song Terus, Kali Cokel, Ki Ageng Simo B, Pantai Buyutan, Pasmar 2 C, Pesona Ngiroboyo, Pantai Klayar, Pantai Pangasan, Putra Samudra, serta Beiji Park.

Pengelola Pantai Ngiroboyo, Wildan Nur Swi Harmoko, mengungkapkan bahwa kegiatan ini pertama kali diinisiasi pada tahun 2012 sebagai langkah strategis untuk mengangkat potensi besar yang dimiliki kawasan Ngiroboyo.
“Oke, jadi lomba dayung rekreasi ini pertama kali dilakukan pada tahun 2012 dengan maksud bagaimana kita mengangkat potensi Ngiroboyo. Harapannya seperti itu. Nah, karena antusias warga itu luar biasa, penonton luar biasa, akhirnya agenda festival lomba dayung rekreasi ini kita agendakan setiap tahun, 2013 sampai hari ini, sampai tahun ini,”kata Wildan saat ditemui di lokasi kegiatan, Rabu (5/8).
Ia menambahkan, kesuksesan penyelenggaraan yang telah menginjak seri ke-14 ini merupakan hasil sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah desa, Dinas Pariwisata, masyarakat, hingga dukungan dari pihak swasta.
Melalui momentum ini, pihaknya berharap popularitas Desa Wisata Sendang —yang juga menaungi Pantai Klayar dan Pantai Karang Bolong— semakin meningkat di kancah nasional.
Ke depan, pengelola juga membuka peluang pengembangan ajang ini dari tingkat rekreasi menuju ranah kompetisi prestasi yang lebih tinggi.
“Untuk saat ini kan sifatnya rekreasi ya, hiburan ya. Jadi ke depannya kita berharap ada yang prestasi gitu ya. Jadi ke depan ada lomba dayung yang bisa masuk PON, bisa masuk PORDA, bisa masuk kompetisi-kompetisi skala nasional maupun internasional. Ini sedang kita kembangkan ke depan,”tuturnya.
Bagi wisatawan yang belum berkesempatan hadir dalam kemeriahan festival ini, pengelola tetap menyediakan fasilitas rekreasi susur sungai yang dapat dinikmati setiap hari maupun pada akhir pekan secara komersial.
“Setelah event ini barangkali ada masyarakat yang pengin latihan, pengin berkegiatan, itu bisa. Tapi lebih umum setiap hari atau setiap weekend untuk kegiatan wisata susur sungai yang dikomersilkan,”pungkas Wildan.













