Suhu Mina Tembus 45 Derajat, Jemaah Haji Kloter 25 Pacitan Diimbau Batasi Aktivitas Luar Ruangan

oleh -140 Dilihat
Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak saat berdialog dengan Ketua Kloter dan jemaah haji SUB 25 di sela monitoring Armuzna.
Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak (tengah) menyempatkan diri berinteraksi dengan Ketua Kloter dan jemaah haji Embarkasi Surabaya (SUB 25) di sela peninjauan fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), Sabtu (30/5/2026). (Foto: Dok. Kemenhaj Pacitan)

Pacitanku.com, MINA – Petugas Haji Kelompok Terbang (Kloter) SUB 25 asal Kabupaten Pacitan memperketat imbauan pembatasan aktivitas luar ruangan bagi jemaah menyusul cuaca ekstrem dengan suhu udara mencapai lebih dari 45 derajat Celsius di Mina, Arab Saudi, Sabtu (30/05/2026).

Langkah cepat ini diambil demi menjaga keselamatan jemaah dari risiko dehidrasi berat dan heatstroke saat merampungkan prosesi lempar jumrah untuk mengambil Nafar Tsani.

Ketua Kloter 25 Pacitan, Heri Siswanto, membenarkan bahwa sengatan panas di tanah suci saat ini terbilang sangat tinggi, terutama ketika memasuki siang hari. Guna mengantisipasi dampak buruk cuaca ekstrem tersebut, manajemen kloter menginstruksikan jemaah untuk tetap berada di dalam tenda pada jam-jam krusial.

“Kondisi terakhir jamaah alhamdulillah semua sehat tidak ada halangan. Memang betul kondisi di Arab Saudi panas sekali suhu mencapai 45 derajat bahkan jika siang lebih,”kata Heri Siswanto saat dihubungi dari Mina, Sabtu (30/05/2026).

Heri menegaskan, larangan keluar dari tenda maktab berlaku pada waktu-waktu di mana radiasi sinar matahari berada pada tingkat paling berbahaya. Jemaah diminta memanfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat dan beribadah di dalam ruangan.

“Menyikapi cuaca di Arab Saudi yang suhunya di atas 45 derajat, kita mengimbau pada jamaah untuk tidak keluar tenda mulai jam 09.00-14.00,”tegas Heri.

Meski ruang gerak di luar ruangan dibatasi, produktivitas ibadah jemaah Kloter 25 Pacitan dipastikan tidak surut. Di dalam tenda maktab yang relatif lebih sejuk, para jemaah tetap khusyuk menjalankan rangkaian ibadah sunah maupun wajib, seperti tilawah Al-Qur’an dan zikir harian.

Terkait perkembangan puncak ibadah haji, Heri menyampaikan bahwa hari ini jemaah sedang menyelesaikan prosesi lempar jumrah terakhir bagi yang mengambil pilihan Nafar Tsani. Prosesi ini dijadwalkan dengan sangat ketat agar tidak menguras fisik jemaah.

“Hari ini mengambil Nafar Sanni melempar satu kali lemparan dan kembali ke tenda di Mina. Sampai hari ini jamaah semua kondisi baik,” pungkas Heri.

Hingga saat ini, petugas kesehatan dan pembimbing ibadah kloter terus melakukan pemantauan melekat.

Jemaah haji Pacitan juga diwajibkan untuk rutin mengonsumsi air putih tanpa menunggu haus, membawa semprotan air, serta selalu mengenakan payung dan alas kaki jika terpaksa harus keluar tenda.

No More Posts Available.

No more pages to load.