Peringati Haul ke-169 KH Abdul Manan Dipomenggolo, Ratusan Peserta Ikuti Kirab Panji Negoro di Pacitan

oleh -132 Dilihat
Peserta Kirab Panji Negoro Haul KH Abdul Manan Dipomenggolo 2026 di Pacitan.
eserta kirab membawa bendera dan panji melintasi jalanan protokol Pacitan menuju Sarean Gede dalam rangka Haul ke-169 KH Abdul Manan Dipomenggolo, Jumat (10/4/2026). (Foto: Dok. Panitia for Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Ratusan peserta mengikuti Apel Kirab Panji Negoro dalam rangka memperingati Haul ke-169 KH Abdul Manan Dipomenggolo, pendiri Pondok Tremas sekaligus mahasiswa pertama Nusantara di Al-Azhar Mesir, yang diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Pacitan pada Jumat (10/4/2026) siang.

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dilepas langsung oleh Wakil Bupati Pacitan Gagarin.

Peserta melakukan arak-arakan panji dan bendera dengan rute mulai dari Halaman Pendopo Kabupaten, melewati Dinas Perpustakaan, Penceng, Bundaran Tanjung, hingga berakhir di Sarean Gede, Desa Semanten.

Peserta Kirab Panji Negoro Haul KH Abdul Manan Dipomenggolo 2026
Peserta kirab membawa bendera dan panji melintasi jalanan protokol Pacitan menuju Sarean Gede dalam rangka Haul ke-169 KH Abdul Manan Dipomenggolo, Jumat (10/4/2026). (Foto: Dok Panitia for Pacitanku)

KH Abdul Manan Dipomenggolo merupakan sosok sentral dalam sejarah Islam di Indonesia. Beliau adalah muasis atau pendiri Perguruan Islam Pondok Tremas yang berdiri sejak tahun 1820.

Sebagai santri pertama dari Nusantara yang menimba ilmu di Universitas Al-Azhar Mesir, beliau menjadi pelopor jejaring ulama internasional yang menghubungkan sanad keilmuan dan tarbiyah di tanah air.

Penanggung jawab kegiatan sekaligus Kasatkoryon Banser Pacitan, Ryan Yudyanto, menyatakan bahwa kirab ini merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan perjuangan sang ulama besar.

Meski sempat diguyur hujan, prosesi kirab tetap berlangsung khidmat.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Biarpun ada sedikit guyuran hujan, hal itu tidak mengurangi semangat seluruh peserta apel dan kirab,”kata Ryan.

“Ini adalah bentuk napak tilas kita; untuk mendapatkan keilmuan memang perlu perjuangan dan pengorbanan. Apa yang kami lakukan hari ini hanya sebagian kecil dari apa yang beliau perjuangkan dahulu,”imbuhnya.

Rangkaian Haul ke-169 ini masih akan berlanjut pada Sabtu (11/4/2026) dengan agenda manaqib, tahlilan, dan maulidurrasul di Masjid Baitul Millah Semanten.

Rangkaian acara akan ditutup 16 April 2026 dengan kegiatan Tahlil dan pengajian di Sarean Gede dengan menghadirkan ulama besar Nusantara Mustasyar PB NU KH. Said Aqil Sirad.

No More Posts Available.

No more pages to load.