Pacitanku.com, ARJOSARI – Puluhan warga di Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, terpaksa mengantre sejak pukul 06.00 WIB demi mendapatkan Elpiji 3 kg yang kian langka, hingga menyulitkan aktivitas memasak bagi rumah tangga, terutama saat waktu sahur, Rabu (18/3/2026).
Kondisi kelangkaan “gas melon” yang kian meresahkan ini memaksa masyarakat untuk datang lebih awal ke pangkalan demi mengamankan stok yang terbatas.
Malik, warga Arjosari, mengaku telah berada di lokasi SPBU Arjosari untuk mengantre mendapatkan gas melon tersebut sejak pagi buta, namun hingga pukul 08.00 WIB dirinya masih tertahan di tengah antrean yang mengular panjang.
Kesulitan ini berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan primer warga.

Malik menceritakan pengalaman pahitnya yang harus melewati waktu sahur tanpa ketersediaan bahan bakar di dapur.
“Saya dari pagi mau sahur sudah tidak punya gas. Sejak kemarin malam saja saya bingung mau memanaskan masakan pakai apa karena tidak ada gas sama sekali,” ujar Malik saat ditemui di tengah kerumunan antrean di Arjosari.
Ketidakpastian jadwal distribusi memperparah keadaan. Meski tersiar kabar bahwa pelayanan baru akan dimulai pukul 10.00 WIB, warga tetap memilih bertahan di pangkalan karena khawatir kehabisan stok.
Puluhan tabung hijau tampak berjajar rapi menunggu pengisian di tengah harapan warga agar Pemerintah Kabupaten Pacitan segera turun tangan menormalisasi pasokan gas di wilayah tersebut.









