Pesan Terakhir ‘Sayang Ibu’ Jadi Kenangan, Pemuda Tamperan Ditemukan Meninggal di Kembang Pacitan

oleh -3468 Dilihat
Jasad Dinar Adjie Mukti Wibowo yang telah ditutupi di atas brankar ruang jenazah RSUD dr. Darsono Pacitan pascaproses identifikasi.
Suasana tenang di dalam ruang jenazah RSUD dr. Darsono Pacitan usai tim medis dan kepolisian merampungkan proses identifikasi jasad Dinar Adjie Mukti Wibowo (21), Selasa (10/3/2026) malam. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Jasad Dinar Adjie Mukti Wibowo (21), pemuda asal Tamperan, Pacitan yang dilaporkan hilang sejak awal Maret, ditemukan meninggal dunia di kawasan Desa Kembang, Pacitan, Selasa (10/3/2026) sore.

Tak hanya ditemukan, rupanya Dinar Adjie juga meninggalkan pesan perpisahan untuk sang ibu.

Kapolsek Pacitan, AKP Andre Hekso Supriyo, mengonfirmasi bahwa identitas jasad tersebut telah dipastikan sebagai warga Kelurahan Sidoharjo, Pacitan yang dicari selama sepekan terakhir.

Jenazah ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB oleh warga yang sedang mencari rumput di dekat Markas Komando Pangkalan TNI AL (Mako Lanal) Pacitan.

“Benar, ada temuan mayat di wilayah Kembang dekat Lanal. Setelah dilakukan identifikasi, jasad tersebut adalah warga Tamperan yang sebelumnya dilaporkan hilang pada awal Maret,”kata AKP Andre saat dikonfirmasi awak media.

Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, terutama setelah terungkapnya pesan singkat yang dikirimkan korban melalui WhatsApp sebelum meninggalkan rumah.

Dalam pesan tersebut, anak bungsu dari tiga bersaudara ini mengungkapkan rasa sayangnya yang terakhir kali.

“Maafkan, saya pergi tidak usah dicari. Saya tetap sayang sama ibu,” tulis Dinar dalam pesan tersebut.

Berdasarkan keterangan kerabat korban, Tri Sayekti Herlina, Dinar terakhir kali terlihat di rumah pada Kamis (5/3/2026) pagi.

Keluarga menyadari Dinar pergi jalan kaki setelah menemukan pintu rumah terbuka namun sepeda motornya masih terparkir.

“Setelah subuh sekitar jam setengah enam, ibunya mendengar pintu dibuka. Namun tidak curiga. Sekitar jam tujuh baru diketahui pintu rumah sudah terbuka, motornya masih ada tapi sepatu dan jaketnya tidak ada,” ungkap Herlina.

Pihak keluarga mengaku tidak melihat adanya gelagat aneh atau masalah khusus yang dihadapi korban sebelum kejadian.

Meski kondisi jasad sudah sulit dikenali saat ditemukan, keluarga meyakini identitas Dinar melalui ciri fisik dan pakaian yang dikenakan.

Dugaan awal pihak kepolisian mengarah pada tindakan bunuh diri, merujuk pada pesan terakhir korban. Saat ini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman setelah dilakukan pendalaman oleh petugas dan identifikasi di RSUD dr Darsono Pacitan.

No More Posts Available.

No more pages to load.