Ini Harapan Generasi Muda Pacitan untuk Kemajuan Daerah di Usia ke-281

oleh -534 Dilihat
Generasi muda Pacitan merayakan Hari Jadi Pacitan ke-281 dengan semangat membangun daerah.
Suasana hangat Kota Pacitan yang kini genap berusia 281 tahun, menjadi ruang bagi pemuda untuk menyandarkan harapan dan kontribusi bagi kemajuan daerah. (Sumber Foto: by Dreamy English Community)

Pacitanku.com, PACITAN – Momen Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan menjadi panggung bagi generasi muda, baik yang merantau maupun menetap, untuk meneguhkan kembali rasa cinta dan kontribusi nyata demi kemajuan kota kelahiran mereka di tengah perkembangan zaman.

Kehangatan udara pagi dan ritme hidup yang tenang di Pacitan selalu menyisakan ruang rindu bagi para perantaunya.

Salah satunya adalah Keizha Febrina E.W, mahasiwa asal Pacitan yang kini menempuh pendidikan di luar daerah demi mengejar jurusan impiannya. Meski jauh, hatinya tetap tertambat pada kota berjuluk Kota 1001 Goa ini.

“Pacitan adalah kota kelahiran saya yang tercinta. Sejauh apa pun saya pergi, tetap merindukan suasana Pacitan,”kata Keizha saat dihubungi dalam suasana peringatan Hari Jadi Pacitan (HJP).

Baginya, pengalaman di perantauan justru memperkuat perspektifnya untuk membangun daerah. “Kalau boleh jujur memang dari dulu ingin keluar dari Pacitan. Tapi suatu saat tetap ingin kembali dan ikut membangun Pacitan supaya lebih maju dari sekarang,” tambahnya.

Semangat serupa ditegaskan oleh Farhan Asyauqi, mahasiswa yang memilih menimba ilmu di tanah kelahirannya sendiri. Farhan melihat Pacitan telah berkembang pesat, terutama di sektor pariwisata dan pendidikan, tanpa meninggalkan akar budayanya.

“Saya bangga karena Pacitan tetap menjaga budaya dan kearifan lokalnya. Anak muda sekarang punya kesempatan untuk berkembang lebih luas, apalagi dengan adanya teknologi digital,” kata Farhan.

Ia berharap pemerintah daerah terus memperluas lapangan kerja agar generasi muda semakin betah berkarya di rumah sendiri.

“Semoga Pacitan semakin maju, terutama soal pendidikan dan peluang kerja, supaya anak mudanya semakin betah tinggal dan berkarya di sini,” harapnya.

Tak hanya mahasiswa, geliat ekonomi kreatif juga dirasakan pekerja lepas (freelancer). Seorang fotografer lokal menilai ketenangan Pacitan adalah modal produktivitas. Baginya, teknologi telah menghapus sekat geografis dalam mencari klien.

Di usianya yang ke-281, Pacitan bukan sekadar merayakan angka, melainkan merayakan kepulangan dan keberlanjutan mimpi-mimpi anak muda yang tumbuh di dalamnya.

Catatan Redaksi: Terdapat perubahan pada foto berita dalam artikel ini. Sebelumnya, kami belum mencantumkan sumber foto tersebut. Saat ini, kami telah memperbaruinya dengan menyertakan sumber: by Dreamy English Community. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.