Pacitanku.com, PRINGKUKU – Di tengah pesatnya arus zaman, kerinduan masyarakat Kabupaten Pacitan terhadap warisan leluhurnya terekam jelas dalam gelaran budaya Laku Ndadari edisi ke-13 di Joglo Cilik, LKP Pradapa Loka Bakti, Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku, Pacitan.
Kolaborasi apik antara seni tari, musik, dan wayang ini sukses menjadi oase pelestarian budaya yang menyentuh hati warga lokal hingga para pencinta seni.
Acara yang digelar pada Jumat (13/2/2026) ini tidak sekadar menjadi tontonan, melainkan ruang hangat bertemunya berbagai elemen masyarakat.
Kehadiran Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji yang membaur bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, hingga penggiat seni menjadi bukti nyata kuatnya dukungan kolektif dalam menjaga napas seni daerah.
Adi Prastyo, salah seorang penonton, membagikan antusiasmenya terhadap keunikan karakter seni yang dibawakan.
Menurutnya, Laku Ndadari selalu berhasil menyuguhkan karya yang segar namun tetap berpijak teguh pada tradisi, sehingga menjadi wujud nyata nguri-uri budoyo Jawi (melestarikan budaya Jawa).
“Yang membuat saya tertarik adalah musik dan gerakan tarinya yang unik. Saya juga sering mengikuti acara yang diselenggarakan sanggar seperti ini karena selalu menghadirkan hal baru,” ungkap Adi.
Ruang apresiasi ini memang sengaja dibangun sebagai rumah bersama untuk memantik kepedulian. Tim kreatif Laku Ndadari, Anang Setiawan, S.Sn., menegaskan bahwa panggung tersebut bukan sekadar tempat pentas, melainkan ruang terbuka bagi masyarakat.
“Kami menawarkan ruang ini kepada siapa pun untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya yang ada di Pacitan,” tuturnya.
Melalui antusiasme penonton yang hadir, Laku Ndadari #13 membuktikan bahwa seni dan budaya lokal akan selalu memiliki tempat istimewa di hati masyarakat dan tetap relevan melintasi perubahan zaman.











