Kampoeng Ramadhan Pacitan: Penyelamat Anak Kos Berburu Takjil Murah

oleh -179 Dilihat
Warga dan anak kos mengantre membeli takjil murah di Kampoeng Ramadhan depan Perpustakaan Daerah Pacitan.
Antusiasme warga dan anak kos saat berburu ragam menu takjil dan berbuka puasa di Kampoeng Ramadhan, kawasan Perpustakaan Daerah Kabupaten Pacitan. (Foto: Liska Agustrina Ulandari/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Kehadiran Kampoeng Ramadhan di area depan Perpustakaan Daerah Kabupaten Pacitan setiap sore selama bulan suci, tidak hanya memeriahkan suasana menjelang berbuka, tetapi juga menjadi penyelamat bagi para anak kos untuk mendapatkan takjil yang murah dan beragam.

Pasar tiban yang buka setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga menjelang waktu Magrib ini telah menjadi pusat perburuan menu berbuka bagi warga setempat.

Kampung Ramadhan ini meruapkan kerjasama Rumah BUMN Pacitan bersama Komunitas UMKM Sahitya Kita. Kegiatan ini berlangsung selama 25 hari, mulai 20 Februari 2026, bertempat di halaman Perpusda Kabupaten Pacitan.

Baca juga: Geliatkan Ekonomi dan Silaturahmi, Kampung Ramadan Pacitan 2026 Resmi Buka Ruang Rezeki bagi UMKM Lokal

Deretan tenda menyajikan beragam pilihan kuliner, mulai dari aneka gorengan, risol mayo, ikan goreng, camilan manis olahan stroberi, hingga berbagai minuman segar.

Bagi anak kos yang hidup jauh dari keluarga, keberadaan Kampoeng Ramadhan Pacitan ini memberikan kemudahan tersendiri di tengah padatnya rutinitas.

Lailiyah, salah seorang anak kos sekaligus pembeli di lokasi tersebut, mengaku hampir setiap sore menyempatkan diri datang untuk mencari menu berbuka puasa.

“Saya merasa terbantu sekali. Sebagai anak kos, kadang bingung mau beli buka apa. Di sini pilihannya banyak, enak-enak, dan harganya juga murah,”kata Lailiyah, Rabu (25/2/2026).

Menurut Lailiyah, variasi menu yang ditawarkan membantunya agar tidak bosan dalam menentukan pilihan makanan setiap harinya.

Lebih dari sekadar tempat transaksi jual beli, kawasan ini kini bertransformasi menjadi ruang silaturahmi warga.

Di tengah kesibukan para pedagang melayani pembeli yang antusias mengantre, tercipta suasana hangat dan kebersamaan antara anak-anak, remaja, hingga orang tua yang hanya bisa dirasakan selama bulan Ramadan.

No More Posts Available.

No more pages to load.