Pacitanku.com, PACITAN — Ratusan warga dari berbagai desa di Rayon Barat, Kabupaten Pacitan, menggelar tradisi Rontek Gugah Sahur pada Sabtu (21/2/2026) dini hari.
Kegiatan yang berpusat di Alun-Alun Pacitan pada pekan pertama bulan suci Ramadan ini tidak hanya bertujuan membangunkan warga, tetapi menjadi wujud nyata kekompakan dan ajang silaturahmi lintas kawasan.
Kemeriahan tradisi ini dimulai ketika tabuhan alat musik rontek memecah keheningan malam. Berdasarkan rute yang ditetapkan, iring-iringan warga memulai perjalanan dari kantor kelurahan atau desa masing-masing.
Warga Kelurahan Pacitan dan Desa Sumberharjo terlebih dahulu bertemu di Jembatan Gerdon, lalu bergerak ke selatan untuk bergabung dengan Kelurahan Pucangsewu.
Rombongan tersebut kemudian melanjutkan perjalanan menuju Taman Bugar. Titik ini menjadi simpul pertemuan utama dengan kelompok warga dari Desa Bangunsari dan Desa Sedeng yang bergerak dari arah timur.
Dari Taman Bugar, seluruh lautan manusia tersebut berjalan beriringan menuju pusat kota di Alun-Alun Pacitan.
Tradisi tahunan ini menjadi momen emosional yang mengikat persaudaraan antarwarga.
“Rontek ini bukan sekadar rutinitas menabuh bambu untuk membangunkan orang sahur. Saat kami berjalan bersama dari desa masing-masing dan bertemu di satu titik, ada rasa persaudaraan dan kebersamaan yang sangat kuat di antara kami,” ujar Budi (45), salah satu peserta asal Desa Sumberharjo saat ditemui di lokasi.
Di lapangan, suasana terpantau semarak. Bendera-bendera dari berbagai komunitas berkibar tinggi di atas kerumunan peserta yang mengenakan atribut khas kelompok masing-masing.
Meski melibatkan ratusan massa, kegiatan berjalan dengan aman. Aparat kepolisian disiagakan di sekitar lokasi untuk memastikan ketertiban. Usai memeriahkan kawasan pusat kota, rombongan peserta kembali ke wilayah masing-masing secara tertib dengan melintasi sisi timur Pendopo Kabupaten Pacitan.












