Pacitanku.com, PACITAN-Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan menggelar Workshop Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara melalui Pemeriksaan HPV DNA, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kanker pada perempuan, khususnya usia subur.
Workshop kesehatan ini diikuti oleh berbagai organisasi perempuan dan instansi, mulai dari perwakilan PKK Kabupaten dan Kecamatan, Dharma Wanita, hingga gabungan organisasi seperti Aisyiyah, Muslimat, Persit, dan Bhayangkari.
Peserta mendapatkan edukasi tentang risiko kanker serviks, kanker payudara, serta pentingnya tes HPV DNA sebagai metode skrining yang lebih akurat dan efektif untuk deteksi dini.

Acara dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Pacitan, Efi Suraningsih.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, khususnya skrining HPV DNA, guna mencegah keterlambatan diagnosis kanker serviks dan kanker payudara.
“Kesadaran ibu-ibu terhadap pentingnya deteksi dini menjadi kunci utama dalam menekan angka kesakitan akibat kanker,” tegasnya.
Materi pertama disampaikan oleh Nunuk Irawati, S.Si., Apt., MM., Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan.
Ia menjelaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan agenda rutin tahunan pemerintah daerah untuk menjangkau kelompok rentan, terutama perempuan usia subur.
Menurutnya, angka kesakitan kanker rahim mencapai sekitar 4% pada wanita usia subur.
Karena itu, masyarakat diimbau memanfaatkan layanan skrining kanker serviks dan payudara di fasilitas kesehatan terdekat.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan cek kesehatan gratis ini sebagai langkah deteksi dini sebelum kanker berkembang ke stadium lanjut,” ujar Nunuk.
Materi kedua disampaikan oleh dr. Nadia Rachmna Nirwingsyah dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pacitan.
Ia memaparkan berbagai faktor risiko kanker serviks dan kanker payudara, tanda-tanda awal yang perlu diwaspadai, serta prosedur skrining yang tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan.
Edukasi ini diharapkan mampu mendorong perempuan Pacitan untuk lebih proaktif melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Salah satu peserta dari Dharma Wanita, Novi Rahayu, mengaku workshop ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman tentang kanker rahim dan payudara.
“Alhamdulillah, workshop ini menambah wawasan kami tentang pentingnya deteksi dini kanker. Kami jadi terdorong untuk rutin melakukan cek kesehatan gratis setiap tahun,” ungkapnya.
Ia juga berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dapat terus mengadakan kegiatan edukasi kesehatan serupa secara berkelanjutan agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan perempuan semakin meningkat.








