Curi Perhatian Tanpa Gelar Juara, Harmoni Rebana dan Gamelan Kanjeng Kramat Pukau Warga Pacitan

oleh -270 Dilihat
Grup Sholawat Gamelan Kanjeng Kramat asal Sukoharjo memadukan alat musik rebana dan gamelan pada malam puncak Parade Qosidah Rebana di halaman Kantor DPRD Pacitan.
Penampilan unik Grup Sholawat Gamelan Kanjeng Kramat asal Sukoharjo yang memadukan rebana dan gamelan sukses mencuri perhatian penonton pada malam puncak Parade Aspirasi Qosidah Rebana di halaman Kantor DPRD Pacitan, Minggu (15/2/2026). (Foto Ulfiyatus Sadiah)

Pacitanku.com, PACITAN — Meski tidak keluar sebagai juara, Grup Sholawat Gamelan Kanjeng Kramat asal Sukoharjo sukses mencuri hati ratusan penonton lewat kolaborasi memukau alat musik rebana dan gamelan.

Hal itu ditampilkan pada malam puncak Parade Aspirasi Qosidah Rebana di halaman Kantor DPRD Pacitan, Minggu (15/2/2026).

Suguhan seni yang memadukan tradisi Jawa dan nuansa religius ini menjadi warna paling berbeda dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan.

Penampilan grup ini langsung menyedot perhatian di tengah mayoritas peserta yang tampil dengan format rebana standar.

Baca juga: Mantap! Grup Syauqun Nabi Kembali Pertahankan Gelar Juara Parade Rebana Pacitan

Alunan syahdu selawat yang diiringi harmoni dentingan gamelan sempat membuat penonton terdiam menyimak, sebelum akhirnya memberikan tepuk tangan meriah di akhir lagu.

Tidak sedikit warga yang sigap mengabadikan momen berani dan unik tersebut menggunakan kamera ponsel.

Anggota grup, Edi, mengungkapkan bahwa konsep kontemporer ini sudah dipersiapkan secara matang. Ia menyebut timnya mengambil inspirasi dari tokoh budayawan nasional dalam meramu aransemen.

“Kami dari Sukoharjo dengan nama grup Sholawat Gamelan Kanjeng Kramat, memang dari namanya saja kita sudah memakai gamelan, jadi kita memang temanya hadroh tapi kontemporer. Kita memang terinspirasi dari gamelan Cak Nun yang mengkolaborasikan rebana diiringi dengan gamelan,” ujarnya.

Edi menambahkan, menyatukan ketukan rebana dan nada gamelan agar tetap harmonis bukanlah proses yang instan.

Latihan ekstra keras dibutuhkan untuk menyelaraskan tempo kedua alat musik yang berbeda latar belakang tersebut.

Kendati eksekusi apik tersebut belum berhasil memikat dewan juri maupun anggota DPRD untuk memberikan gelar juara, apresiasi tinggi tetap mengalir.

Semangat para personel Kanjeng Kramat tidak surut, terlebih panitia tetap memberikan piagam penghargaan kepada seluruh peserta sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi mereka melestarikan seni dan memeriahkan hari jadi kabupaten.

Aksi panggung dari Sukoharjo ini membuktikan bahwa kesenian tradisional dapat terus beradaptasi dan berkolaborasi tanpa harus kehilangan jati dirinya di era modern.

No More Posts Available.

No more pages to load.