Pacitanku.com, PRINGKUKU – Upaya nyata merawat identitas lokal di tengah arus perubahan zaman terus dilakukan oleh generasi muda.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 18 STKIP PGRI Pacitan berkolaborasi dengan komunitas Sampang Arts Space menggelar pertunjukan budaya “Laku Ndadari” edisi ke-13 di Joglo Cilik, LKP Pradapa Loka Bakti, Desa Pelem, Pacitan, pada Jumat (14/2/2026).
Sinergi ini menjadi wujud kepedulian mahasiswa dan pekerja seni agar napas kebudayaan daerah tetap hidup.
Ketua KKN Kelompok 18, Edi Setiawan, mengatakan bahwa pembagian tugas dilakukan agar acara berjalan maksimal.
“Mahasiswa KKN berperan dalam publikasi dan persiapan teknis, sedangkan tim kreatif dari Sampang Arts Space menangani perencanaan pertunjukan,” jelas Edi.
Edi menambahkan, jalur seni sengaja dipilih sebagai media kolaborasi karena dinilai sangat efektif dalam menyentuh kesadaran dan memberdayakan masyarakat.
Melalui program kerja sosial budaya ini, para mahasiswa berharap dapat meningkatkan literasi budaya warga desa sekaligus menghidupkan kembali kebanggaan pada identitas lokal setempat.
Lokasi penyelenggaraan di Joglo Cilik pun dipilih secara khusus karena memiliki nilai historis yang kuat.
Tempat ini dinilai strategis untuk merangkul langsung sasaran utama kegiatan, yakni masyarakat lokal, pemuda desa, penggiat seni, hingga wisatawan yang menaruh minat pada kebudayaan daerah. Koordinasi intensif antara mahasiswa, seniman, dan warga telah dibangun sejak awal masa KKN pada Februari 2026.
Semangat pelestarian budaya ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah daerah setempat.
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, turut hadir berbaur bersama masyarakat dan seniman di lokasi pertunjukan. Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap gerakan kolaborasi akar rumput.
Melalui panggung Laku Ndadari ini, mahasiswa KKN dan Sampang Arts Space membuktikan bahwa seni bukan sekadar tontonan, melainkan ruang bersama untuk menjaga keberlanjutan tradisi di tengah pusaran zaman.












