Pacitanku.com, PACITAN – Kawasan Nol Kilometer (KM) Lorok di Desa Ngadirojo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, kini bertransformasi menjadi ruang terbuka publik yang diminati masyarakat setelah disulap menjadi area rekreasi keluarga layaknya alun-alun mini.
Perubahan fungsi lahan yang sebelumnya hanya tempat biasa ini terbukti mampu menciptakan atmosfer baru sekaligus menggerakkan roda perekonomian warga sekitar melalui kehadiran pedagang kecil.
Letaknya yang strategis di pinggir jalan utama menjadikan lokasi ini magnet baru bagi warga lintas usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Pemerintah setempat telah melengkapi kawasan ini dengan berbagai fasilitas penunjang seperti ayunan, seluncuran, dan kursi taman yang nyaman.
Wajah baru kawasan ini memberikan alternatif hiburan murah meriah bagi warga desa untuk melepas penat atau sekadar mengasuh anak tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.
Salah seorang pedagang di sekitar lokasi, Wanti, menyambut positif revitalisasi kawasan tersebut.
Menurutnya, keberadaan taman ini membawa dampak sosial yang signifikan karena lingkungan menjadi lebih hidup dan menyenangkan bagi anak-anak yang sebelumnya minim area bermain.
“Dari adanya pembangunan ini yang jelas menambah suasana baru untuk anak-anak ataupun sekadar bersantai di sini,” tutur Wanti saat ditemui di lokasi kegiatan, Selasa (3/2/2026).
Selain menjadi sarana rekreasi, Nol KM Lorok juga membuka peluang ekonomi baru.

Wanti mengungkapkan bahwa keramaian pengunjung, terutama saat hari libur, menjadi ladang rezeki bagi para pedagang keliling yang mangkal di sekitar area tersebut.
Meskipun demikian, tingkat kunjungan saat ini masih tergolong fluktuatif karena sangat bergantung pada faktor cuaca, mengingat area tersebut merupakan ruang terbuka tanpa atap.
“Kalau pengunjung karena masih baru jadi tergantung, misalnya hujan sudah pasti sepi. Kalau ramainya biasanya setiap hari libur, Mbak, pasti ramai,”ungkapnya menambahkan.
Kehadiran Nol KM Lorok kini tidak hanya sekadar menjadi penanda geografis wilayah Ngadirojo, tetapi telah beralih fungsi menjadi oase interaksi sosial.
Masyarakat berharap fasilitas ini dapat terus terawat sehingga manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh warga Desa Ngadirojo dan sekitarnya.








