50 Seniman Jawa Timur Gelar Pameran Seni Rupa di Pacitan, Suarakan Pesan Persaudaraan Lintas Iman

oleh -182 Dilihat
Seorang pria berambut gondrong berbaju hitam sedang berdiri dan mengamati lukisan bergaya kolase pada panel hitam di pameran seni di Hotel Srikandi Pacitan.
Seorang pengunjung tampak serius mengamati salah satu karya seni kontemporer yang dipamerkan dalam acara "Sinodalitas Berjalan Bersama Seniman" di Hotel Srikandi, Pacitan. (Foto: Sulthan Shalahuddin/PAcitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Sebanyak 50 seniman dari berbagai daerah di Jawa Timur menyatukan visi kemanusiaan dalam sebuah pameran seni rupa di Pacitan sebagai wujud nyata semangat persaudaraan dan toleransi tanpa sekat perbedaan.

Puluhan karya seni ditampilkan di Aula Pertemuan Hotel Srikandi, Pacitan, pada Selasa (26/1/2026) sampai dengan Kamis (29/1/2026).

Kegiatan ini menjadi simbol bahwa seni mampu menjembatani keberagaman latar belakang agama maupun keyakinan demi misi perdamaian.

Kegiatan bertajuk “Sinodalitas Berjalan Bersama Seniman, Bergegas Menuju Kandang” ini digagas oleh Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Pacitan atau yang akrab dikenal warga sebagai Gereja Kapal.

Kendati diinisiasi oleh lembaga keagamaan, pameran seni rupa Pacitan ini justru menjadi ruang inklusif yang melibatkan seniman lintas disiplin, lintas usia, dan lintas iman untuk berdialog dalam satu panggung kebudayaan.

Romo RD Timotheus Siga dari Gereja St. Fransiskus Xaverius Pacitan mengungkapkan bahwa pameran ini merupakan implementasi dari semangat sinodalitas yang menjadi tema besar Gereja Katolik pada tahun 2026.

Menurutnya, seni menjadi medium paling cair untuk merawat martabat manusia dan membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Sinodalitas itu hakikatnya berjalan bersama. Gereja hadir di tengah masyarakat dan misinya sejalan dengan misi kemanusiaan, yakni membangun persaudaraan, berpartisipasi dalam kehidupan kemanusiaan, serta saling menghargai martabat satu sama lain,”kata Romo Timotheus, Rabu (28/1/2026).

Pengunjung tidak hanya disuguhkan keindahan visual dari seni rupa dua dimensi, patung, dan instalasi, melainkan juga kekayaan seni pertunjukan yang sarat makna.

Rangkaian acara pameran seni rupa ini dimeriahkan dengan pagelaran wayang suluh yang mengangkat tema Pertobatan Ekologis, pentas tayub yang merakyat, hingga aksi melukis secara langsung atau on the spot oleh para perupa yang terlibat.

Lebih jauh, Romo Timotheus menekankan bahwa tujuan utama perhelatan ini adalah mengajak publik untuk terlibat aktif memperkuat kohesi sosial.

Nilai-nilai luhur tersebut diterjemahkan melalui kerja sama lintas komunitas yang terlihat harmonis sepanjang acara berlangsung. Hal ini membuktikan bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk menciptakan kesejahteraan hidup bersama.

“Ketika yang mampu digerakkan untuk membantu yang belum mampu, dan semua berjalan dalam semangat persatuan serta perdamaian, maka itu sejalan dengan misi kebangsaan kita,” pungkas Romo Timotheus.

Melalui pameran ini, masyarakat Pacitan dan Jawa Timur diajak untuk melakukan refleksi mendalam mengenai arti kemanusiaan. Ruang seni yang dihadirkan di Hotel Srikandi ini diharapkan terus menjadi pemantik semangat persatuan dan penghargaan terhadap keluhuran martabat manusia dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

No More Posts Available.

No more pages to load.